Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Lampung Selatan Perkuat Transformasi Digital Pertanian, Petani Didorong Adaptif Teknologi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Lampung Selatan Perkuat Transformasi Digital Pertanian, Petani Didorong Adaptif Teknologi

redaksi
Last updated: 7 April 2026 20:44
redaksi
5 bulan ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Upaya mendorong petani agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital terus diperkuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mewujudkan sektor pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui keterlibatan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, sebagai narasumber utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengarusutamaan Teknologi Digital di Sektor Pertanian, yang digelar pada Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung ini berlangsung di D’Sas Kafe & Resto, Kalianda, dan menjadi ruang strategis lintas sektor untuk membahas percepatan transformasi pertanian berbasis digital yang adaptif dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Hendry menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian, terutama dalam memutus hambatan rantai nilai yang selama ini membatasi kesejahteraan petani.

“Peran strategis Diskominfo tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga dalam penguatan literasi digital serta penyedia platform yang mendukung produktivitas petani secara langsung,” ujar Hendry.

Ia menjelaskan, Diskominfo memiliki fungsi penting dalam menyediakan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mengelola sistem informasi, serta memperluas diseminasi informasi publik agar mudah diakses oleh petani dan pelaku usaha tani.

Lebih lanjut, Hendry memaparkan sejumlah contoh konkret pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian. Pada tahap budidaya, petani kini dapat memanfaatkan aplikasi seperti Plantix untuk memantau kondisi tanaman hanya melalui foto daun. Aplikasi tersebut mampu memberikan diagnosis penyakit tanaman, informasi cuaca, hingga rekomendasi kebutuhan pupuk serta estimasi biaya produksi.

Tak hanya itu, teknologi digital juga membuka akses pasar yang lebih luas. Melalui platform marketplace pertanian seperti PakTaniDigital, petani dapat menjual hasil panen, membeli sarana produksi, sekaligus memantau harga pasar secara real time tanpa bergantung pada rantai distribusi konvensional.

Sementara itu, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian dinilai mampu menjadi game changer. Dengan sistem sensor dan monitoring berbasis digital, kondisi tanaman dapat dipantau secara langsung, bahkan memungkinkan perawatan jarak jauh yang lebih efisien dan presisi.

FGD tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, koperasi, petani, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa digitalisasi pertanian tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan.

Mengakhiri paparannya, Hendry mengajak seluruh pihak untuk merumuskan langkah konkret dalam mendorong digitalisasi pertanian yang aplikatif dan berdampak langsung bagi petani.

“Mari kita rumuskan bersama fokus digitalisasi pertanian yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku di lapangan,” pungkasnya. (Arya)

TAGGED:Lampung Selatan
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Pemerintah Pusat Wanti-wanti Lonjakan Harga Pangan, Daerah Diminta Perkuat Antisipasi
Next Article Pemkab Lampung Selatan Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Dorong Akses Hunian Layak bagi Masyarakat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersama DPR RI, Nanang Tanam Pisang Barangan Merah di Palas
PPK & PPS Kecamatan Rajabasa Turun Langsung Melipat Surat Suara Di KPUD
Bupati Lamsel Sambut Kunjungan Kerja Menteri ATR/BPN Dalam Rangka Penyerahan Sertifikat Huntap Tahap 2
Manfaatkan Lahan Kosong, Babinsa Tanjung Bintang Wujudkan Program Ketahanan Pangan
Jaga Keamanan Pangkalan, Personel Kodim Lamsel Gelar Penjagaan
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?