Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Lampung-1 Mengorbit, Gerbang Baru Teknologi Antariksa untuk Masa Depan Provinsi Lampung
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Bandar LampungLampung BaratLampung SelatanLampung TengahLampung TimurLampung UtaraMesujiMetroPesawaranPesisir BaratPringsewuTanggamusTulang BawangTulang Bawang BaratWay Kanan

Lampung-1 Mengorbit, Gerbang Baru Teknologi Antariksa untuk Masa Depan Provinsi Lampung

redaksi
Last updated: 6 Agustus 2026 11:31
redaksi
2 bulan ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Sejarah baru ditorehkan Provinsi Lampung di panggung teknologi dunia. Satelit hiperspektral Lampung-1 resmi mengorbit setelah berhasil diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites, Rabu (5/8/2026).

Di balik gemuruh peluncuran roket, tersimpan harapan besar bagi masa depan pembangunan Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, hadir langsung menyaksikan momen bersejarah tersebut bersama delegasi Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Shandong, STAR.VISION Aerospace, serta sejumlah mitra internasional.

Bagi Gubernur, peluncuran Lampung-1 bukan sekadar keberhasilan teknologi, melainkan simbol dimulainya babak baru kolaborasi internasional yang memadukan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Yang kami saksikan hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah satelit, tetapi dimulainya babak baru kerja sama internasional yang akan membantu Lampung memanfaatkan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Peluncuran Lampung-1 merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama Sister Province antara Provinsi Lampung dan Provinsi Shandong yang mulai dibangun sejak 2025. Kemitraan tersebut mencakup pengembangan pertanian modern, investasi, perdagangan, teknologi, infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Rahmat menegaskan, kerja sama ini tidak berhenti pada pemanfaatan citra satelit semata. Yang dibangun adalah sebuah ekosistem teknologi melalui transfer pengetahuan, riset bersama, pengembangan aplikasi berbasis AI, serta peningkatan kapasitas SDM agar Lampung mampu mengelola data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan presisi.

Dalam implementasinya di Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung akan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui BRIN, seluruh data yang dikirim Lampung-1 akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi, hingga analisis sehingga menghasilkan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Pemanfaatan teknologi ini diprioritaskan untuk sektor pertanian. Satelit mampu membantu pemetaan lahan, memantau kesehatan tanaman, mendeteksi kekurangan air, mengidentifikasi gangguan tanaman lebih dini, hingga memperkirakan potensi hasil panen. Komoditas singkong menjadi salah satu fokus awal eksplorasi pemanfaatan teknologi tersebut.

Tak hanya itu, Lampung-1 juga berpotensi mendukung pengelolaan lingkungan, pemantauan wilayah pesisir dan kelautan, mitigasi banjir maupun kekeringan, pengawasan perubahan tutupan lahan, hingga perencanaan pembangunan berbasis data yang lebih presisi.

“Teknologi ini bukan menggantikan petani. Teknologi ini membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tegas Gubernur.

Lampung-1 dikembangkan sebagai satelit hiperspektral yang telah dibekali kemampuan kecerdasan artifisial untuk melakukan pemrosesan awal data langsung di orbit. Teknologi tersebut memungkinkan informasi yang dikirim ke bumi menjadi lebih efisien dan siap diolah sesuai kebutuhan pengguna.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan satelit tersebut masih akan menjalani serangkaian tahapan teknis, mulai dari pemeriksaan sistem, stabilisasi, kalibrasi sensor, pengujian muatan, hingga validasi kualitas data sebelum dimanfaatkan secara penuh.

Peluncuran Lampung-1 juga membuka peluang besar bagi lahirnya talenta-talenta Indonesia di bidang teknologi satelit dan penginderaan jauh. Saat ini sejumlah pelajar Indonesia, personel BRIN, Telkom, serta aparatur sipil negara Pemerintah Provinsi Lampung telah memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan STAR.VISION. Bahkan, sejumlah insinyur Indonesia, termasuk lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), telah dilibatkan dalam pengembangan teknologi satelit tersebut.

Menariknya, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pembangunan hingga peluncuran Lampung-1 tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan tanggung jawab teknis satelit berada di bawah STAR.VISION Aerospace, sementara Pemprov Lampung berperan sebagai mitra strategis dalam pemanfaatan teknologi dan data bagi pembangunan daerah.

Bagi Rahmat Mirzani Djausal, keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket berhasil mencapai orbit, melainkan ketika teknologi yang dibawanya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami sederhana, teknologi ini benar-benar menjadi solusi bagi persoalan masyarakat dan menjadi contoh bahwa kerja sama internasional dapat menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

TAGGED:Bandar Lampung
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Komplotan Spesialis Curanmor Lintas Kecamatan Dibongkar, Polisi Ungkap Delapan Aksi dan Ringkus Empat Pelaku
Next Article Pemkab Lampung Selatan Buka Rekrutmen Social Media Specialist, Cari Talenta Kreatif Penggerak Konten Digital
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Di Sidomulyo, Nanang Beri Bantuan Ke Rumah Warga Yang Roboh
Jadi Langganan Banjir, Warga Minta Pemerintah Segera Normalisasi Way Lipang
Ini Harapan Komisi V DPRD Lampung Bagi BPIH Oleh BPKH Kemenag
Wow…!!! Cegah Stunting, 1.000 Balita Diajak Makan Telur Oleh Pemkab Lamsel
3 Anggota Legislator Asal Dapil Tujuh, Ikuti Musrenbang di Kecamatan Candipuro
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?