Connect with us

Bandar Lampung

Hadir Dipersidangan Fee Proyek, Hendry Bantah Terima Uang “Ketok Palu”

Published

on

Ketua DPRD Lampung Selatan, Hendry Rosyadi, Bersama Munzir, Staf Keuangan Dinas PUPR Lamsel, Sofyan Sitepu, Selaku Advokat Tersangka Yang Datang Sebagai Saksi Dalam Kasus Suap Fee Proyek Menjerat Bupati Non Aktif Zainudin Hasan

Hanuang.com – Sidang lanjutan kasus suap fee proyek infrastruktur Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel) dengan terdakwa Gilang Ramadhan selaku Direktur PT. Prabu Sungai Andalas, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu, (07/11/18).

Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), Sobari Kurniawan, mengagendakan enam saksi.

Adapun enam saksi tersebut yakni, Nanang Ermanto selaku Plt. Bupati Lamsel, Hendry Rosyadi selaku Ketua DPRD Lamsel, Munzir salah seorang staf keuangan Dinas PUPR Lamsel dan Sopian Sitepu selaku Advokat dan dua dari CV. Sembilan Naga.

Namun dari enam orang yang diberikan surat undangan sebagai saksi tersebut, hanya tiga yang hadir. Nanang dan dua orang dari CV. Sembilan Naga tidak memenuhi permintaan JPU guna memberikan kesaksian di dalam persidangan.

“Untuk Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto dan dua orang dari CV. Sembilan Naga yang tidak hadir, seharusnya ada,” kata JPU.

Majelis hakim anggota, Syamsudin menayakan langsung terhadap Hendry Rosyadi terkait peryataan Agus Bhakti Nugroho (ABN) dalam sidang sebelumnya, yang menyatakan pemberian aliran dana Rp. 2 Miliar untuk anggota DPRD Lamsel dan Rp. 500 Juta untuk dirinya.

“Tidak tahu yang mulia, tidak pernah menerima. Saya rasa semua berjalan sesuai dengan mekanisme” ucap Hendry di Ruang Garuda PN Tanjung Karang.

Sementara majelis hakim ketua Mien Trisnawati menanyakan apakah saksi Hendry pernah ada pembahasan terkait proyek Dinas PUPR dengan ABN?.

“Tidak pernah Yang Mulia,” jawab Hendry.

Lanjut majelis hakim anggota Bahrudin mempertanyakan soal sejumlah proyek yang pernah diberikan oleh Bupati (nonaktif) Zainudin Hasan, terhadap Hendry.

“Apakah Bupati Zainudin Hasan pernah memberikan sejumlah proyek terhadap saksi Hendry Rosyadi?” tanya Majelis.

“Tidak pernah Pak, saya bukan menerima tetapi saya hanya menyalurkan, bukan mendapatkan, saya serahkan kepada assosiasi konstruksi, sebagai bentuk kearifan lokal kepada masyarakat” jawab Hendry.

“Imbalan apa yang pernah Anda dapat dari situ?” cecar majelis.

“Tidak ada,” timpal Hendry.

“Mulia sekali perbuatan Anda,” tutup majelis.

Selain JPU, kuasa hukum terdakwa Gilang Ramadhan, Luhut Simanjuntak, turut mempertanyakan hal serupa.

”Saudara saksi apakah Anda pernah menerima sejumlah uang dari ABN, terkait proyek infrastruktur Dinas PUPR Lamsel?”

Hendry kembali menjawab tegas.

”Tidak pernah”

Luhut terus mengejar.

”Apakah Anda pernah menerima uang dari Gilang Ramadhan?”

Tidak ada,” sahut Hendry.

Setelah adegan tanya-jawab itu, giliran ketua majelis hakim Mien Trisnawati bertanya kepada terdakwa.

”Bagaimana terdakwa, apakah Anda keberatan dengan kesaksian Hendry Rosyadi?”

Tidak ada yang mulia,” tandas Gilang yang juga Direktur PT Prabu Sungai Andalas.

”Baik kalau begitu persidangan hari ini selesai. Sidang kita lanjutkan pekan depan,” ujar majelis hakim Mien sembari mengetuk palu.

Usai persidangan, JPU Sobari menerangkan apa yang menjadi pernyataan dari para saksi merupakan fakta persidangan.

”Ya memang ABN sebut adanya aliran dana Rp2,5 miliar ke anggota DPRD Lamsel. Tapi ketua DPRD membantah. Itu adalah fakta persidangan,” tutupnya. (Arya)

 4,167 total views,  4 views today

Bandar Lampung

Pilkada 2020, Ini 8 Rekomendasi Yang Diusung PDI-P Di Lampung

Published

on

By

Hanuang.com – Mendekati pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang, PDI Perjuangan telah mengeluarkan empat rekomendasi untuk para bacalon yang ingin maju di Pilkada.

Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri telah mengeluarkan 4 rekomendasi di provinsi Lampung yakni diantaranya, untuk Kabupaten Pesawaran jatuh kepada Dendi Romadona, Kabupaten Way Kanan kepada Adipati, Lampung Timur kepada Saipul Bukhori, dan kota Bandar Lampung kepada Eva Dwiana selaku istri Herman HN.

Sebelumnya DPP PDI Perjuangan telah mengeluarkan 4 rekomendasi untuk Kabupaten Pesisir Barat kepada Piter-Fahrurrazi, dan Lampung Tengah kepada Loekman Djoyosoemarto-Ilyas Hayani Muda.

Sedangkan untuk Kota Metro diserahkan kepada Anna Morinda-Fritz Ahmad Nuzir dan Kabupaten Lampung Selatan jatuh kepada Nanang Ermanto – Pandu Kusuma Dewangsa.

Dengan dikeluarkannya 4 rekomendssi untuk bacalon kepala daerah di Provinsi Lampung, saat ini PDI Perjuangan sudah mengeluarkan semua rekomendasi Delapan Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung untuk maju dalam pilkada 2020 mendatang.

“Rekomendasi semuanya suda selesai. Tinggal bagaimana kita berjuang bersama,” ucap Sudin selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung yang secara simbolis diberikan kepada masing-masing Bacalon Kada.

Sudin mengimbau seluruh Bacalon Kada penerima rekomendasi untuk berjuang maksimal guna meraih kemenangan pada Pilkada Tahun 2020.

Dia meyakini, DPP PDI Perjuangan tidak akan salah dalam memberikan rekomendasinya. Karenanya, para Bacalon Kada yang menerima rekomendasi diyakini mampu memenangkan pesta demokrasi tahun ini.

“Pada Pilkada ini kita targetkan minimal menang di enam kabupaten/kota,” kata Sudin. (*)

 1,056 total views,  575 views today

Continue Reading

Advertorial

Made Bagiasa : “Perubahan Perilaku Pada Anak Harus Dipantau”

Published

on

By

Hanuang.com – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Made Bagiasa, melakukan Sosialisasi Perda (Sosperda) nomor 1 tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif.

Dengan tetap mengedepankan protokoler Kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan social distancing, Wakil Ketua Komisi II DPRD Lampung tersebut menerangkan betapa pentingnya isi dari Perda tersebut.

Menurutnya, penyelamatan generasi bangsa dari bahaya narkoba harus dimuali sejak dini, seperti dari satuan lingkungan terkecil yaitu keluarga. Keluarga harus memberi pemahaman yang baik dari efek negatif dari penggunaan atau pemakaian narkoba dan mewaspadai lingkungan sekitar anak agar jangan terpangaruhi dan dicekoki narkoba.

“Perubahan perilaku pada anak harus terus dipantau oleh orangtua secara terus menerus. Dengan menanamkan keimanan akan keagamaan dan pendidikan yang baik pada anak dan pengawasan secara terus menurus sampai anak beranjak dewasa maka akan tertanam sikap dan daya tangkal yang kuat pada anak untuk menjauhi narkoba,” terangnya pada Sosper di Desa Umbul Tinggi Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Jumat (10/07/2020).

Politisi Golkar Lampung tersebut juga mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda untuk perangi narkoba dengan salah satu cara menerapkan pola hidup sehat.“Di tengah Pandemi Covid-19, sebaiknya masyarakat khususnya para generasi muda beraktifitas dengan kegiatan yang positif, seperti olahraga demi menjaga ketahanan imunitas dalam tubuh,” ujarnya.

Kemudian diiakhir acara, dirinya juga kembali menghimbau kepada seluruh elemen agar jangan sekali-kali mendekati barang haram dan sejenisnya tersebut.

“Saya selalu mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya anak muda agar menjauhi yang namanya narkoba. Untuk itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan tentang bahaya narkoba di tengah keluarga ataupun masyarakat,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam kegiatan Sosperda tersebut, juga menghadirkan Perangkat dan para Pamong setempat, serta ratusan masyrakat sekitar. Diakhir kesempatan tersebut juga, Bli Made memberikan buku dan beberapa bantuan kepada masyarakat. (*)

 940 total views,  220 views today

Continue Reading

Advertorial

Di Kota Gajah, Ketua DPRD Lampung Sosialisasi Perda Tentang Narkoba

Published

on

By

Hanuang.com – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Guhmay menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyelenggaraan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, di kampung Sritejo Kencono, Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah. Kamis, (09/07/20).

Hadir dalam acara sosialisasi Perda ini Camat dan Kapolsek Kota Gajah serta diikuti perwakilan Kelompok Wanita Tani, Pemuda Karang Taruna, tokoh masyarakat se Kecamatan Kota Gajah.

Dalam paparannya mingrum mengajak agar para orang tua dapat terus mengawasi dan menjaga anak-anak serta keluarga dari bahaya narkoba.

Ruang lingkup pengaturan dalam perda ini meliputi antisipasi dini, pencegahan, penanganan, pendanaan partisipasi masyarakat dan penghargaan.

Ditambahkan mingrum, peran lingkungan dan keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga bahaya narkoba.

Upaya dapat dilakukan salah satunya dengan membentuk dan mengoptimalkan tim penanggulangan bahaya narkotika, psikotropika dan zat aktif lainya berbasis masyarakat serta peningkatan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat yang berpotensi terhadap penyalagunaan narkotika dan psikotropika. Ujarnya

Ditengah pandemi covid 19 dan memasuki tatanan New Normal Mingrum menghimbau dan mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam keseharian guna pencegahan penularan covid 19.

Camat Kota Gajah Muliwan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan dan kehadiran ketua DPRD Provinsi Lampung pada acara sosialisasi Perda di Kecamatan Kota Gajah, “upaya telah banyak kami lakukan dalam hal pencegahan penyalagunaan narkoba di wilayah kecamatan Kota gajah salah satunya mengoptimalkan peran Linmas dan Pol PP kecamatan dalam melakukan patroli wilayah guna mengantisipasi pencegahan dini penyalagunaan narkoba, harapan kami kepada Ketua DPRD Provinsi Lampung agar kiranya dapat membantu program dalam pencegahan penyalagunaan narkoba diwilayah kecamatan Kota Gajah.

Pada kesempatan sosialisasi perda ini juga Mingrum menyerahkan bantuan paket sembako kepada peserta sosialisasi. (*)

 916 total views,  217 views today

Continue Reading

Trending Topic