Hanuang.com — Suasana hangat sekaligus penuh haru menyelimuti Bioskop Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Sabtu (6/6/2026), saat ratusan warga memadati lokasi untuk menghadiri Gala Premiere film Jangan Buang Ibu. Film keluarga yang mengangkat tema kasih sayang, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang tua itu sukses menyentuh emosi para penonton sejak awal hingga akhir pemutaran.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak beberapa jam sebelum acara dimulai. Kehadiran para pemain utama, seperti Nirina Zubir dan Refal Hady, semakin menambah semarak suasana. Area MBK dipenuhi pengunjung yang ingin bertemu langsung dengan para pemeran sekaligus menjadi saksi pertama penayangan film yang mengangkat nilai-nilai keluarga tersebut.
Di tengah tingginya minat masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut mendapat kesempatan menghadiri pemutaran perdana melalui 120 tiket gratis yang diberikan kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Kehadiran rombongan Pemkab Lampung Selatan menjadi bagian dari dukungan terhadap karya perfilman yang sarat pesan moral dan sosial.
Namun, kemeriahan di luar studio berubah menjadi suasana yang jauh lebih emosional ketika lampu bioskop mulai dipadamkan. Di dalam Theater 4, gelak tawa yang sempat terdengar perlahan berganti menjadi keheningan. Seiring alur cerita berkembang, banyak penonton tampak larut dalam kisah yang disuguhkan.
Tak sedikit yang terlihat mengusap air mata saat menyaksikan berbagai adegan yang menggambarkan hubungan antara anak dan orang tua. Cerita yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari membuat pesan film terasa begitu kuat dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Film Jangan Buang Ibu mengingatkan bahwa di tengah kesibukan pekerjaan, aktivitas, dan tuntutan hidup yang semakin kompleks, banyak orang tanpa sadar mulai mengurangi waktu bersama keluarga, terutama dengan orang tua yang semakin menua. Pesan sederhana itulah yang menjadi inti cerita sepanjang film.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengaku sangat tersentuh setelah menyaksikan film tersebut. Menurutnya, film ini menjadi pengingat bagi siapa saja untuk tidak menunda memberikan perhatian kepada orang tua selama kesempatan itu masih ada.
“Ini bagus banget filmnya. Jangan Buang Ibu memberikan pelajaran untuk kita semua bahwa selagi kita masih punya orang tua jangan pernah menunda untuk mengunjungi, makan bersama, karena itu hal sederhana tapi itulah perekat keluarga. Kita juga nggak pernah tahu kalau itu hari terakhirnya,” ujar Tri Umaryani usai menonton.
Pesan tersebut menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan cerita. Bahwa kasih sayang tidak selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar atau mewah. Kehadiran, perhatian, dan waktu yang diberikan kepada orang tua justru menjadi bentuk cinta yang paling berharga.
Tingginya antusiasme masyarakat dalam gala premiere ini sekaligus menunjukkan bahwa film bertema keluarga masih memiliki tempat istimewa di hati penonton. Banyak yang keluar dari studio dengan mata berkaca-kaca, bahkan saling berpelukan dengan anggota keluarga yang datang bersama.
Melalui kisah yang sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan, Jangan Buang Ibu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali mengingat nilai-nilai keluarga yang sering terlupakan di tengah kesibukan sehari-hari.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kesempatan menghadiri gala premiere ini bukan sekadar agenda menonton bersama. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang refleksi untuk kembali meneguhkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, peduli, dan berkarakter.
Film ini meninggalkan pesan yang sederhana, tetapi mampu membekas mendalam: selagi masih ada waktu, berikan perhatian terbaik kepada orang tua, karena kehadiran mereka adalah anugerah yang tak tergantikan. (Arya)