Entaskan Stunting, UPI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Olahan Berbahan Ikan di Kampung Nelayan Lampung
11 Agustus 2022
Hanuang.com –Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan melakukan Sosialisasi dan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan sebagai pencegah Stunting di Kampung Nelayan Lempasing, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Rabu, (10/08/22).
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2022 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Selenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan sebagai pencegahan stunting di Kampung Nelayan PPP Lempasing, Bandar Lampung.
Kali ini dalam pengembangan desa binaan Tahun 2022 tersebut, UPI berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Lampung dan Rumah Zakat.
Asumsi masyarakat luas selama ini nelayan sering disebut sebagai masyarakat termiskin dari kelompok masyarakat miskin, dan nelayan juga sering di sebutkan bagian dari masyarakat tingkat kesejahteraannya paling rendah.
Selain itu isu anak-anak nelayan pun sering menjadi topik yang dibicarakan, baik yang berkaitan dengan keterbelakangan pendidikan, putus sekolah maupun dengan pemenuhan gizi yang kurang.
Stunting di Indonesia menjadi permasalahan yang serius karena kurangnya asupan gizi secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Studi kasus Gizi di Indonesia (SSGI) berdasarkan hasil survei, angka prevelensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 % yang masih berada di bawah standar WHO yaitu 20%.
Provinsi Lampung memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar khususnya disektor perikanan tangkap. Namun dalam kenyataannya masyarakat nelayan masih tidak berdaya dalam mengembangkan potensi yang ada karena kurangnya pengetahuan.
Menyikapi persoalan tersebut tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Indonesia dalam pengembangan desa binaan menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan pengolahan ikan sebagai salah satu pencegahan stunting yang berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan Rumah Zakat Provinsi Lampung. Kegiatan pengabdian ini berada di Kampung Nelayan kelurahan Keteguhan sekitar PPP Lempasing.
Ayang Armelita Rosalia, yang merupakan dosen Program studi Sistem Informasi Kelautan Universitas Pendidikan Indonesia dan dalam kegiatan ini bertindak sebagai ketua tim pengabdian dalam sambutanya pada pembukaan kegiatan PkM Pengembangan Desa Binaan Tahun 2022, menyampaikan bahwa dalam kegiatan pengabdian ini beliau mengikutsertakan mahasiswa yaitu Abdul Malik, Alya Dina Wilujeung, Kiffah Kayyisah Ahmad, dan juga M. Saleh yang merupakan mahasiswa Sistem Informasi Kelautan angkatan 2019.
“Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu kegiatan pertama adalah sosialisasi kepada ibu-ibu/istri-istri nelayan memberikan pengetahuan pemenuhan gizi keluarga nelayan untuk pencegahan stunting anak-anak nelayan, kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi memotivasi jiwa entrepreneurship bagi para istri nelayan” bebernya.
Dirinya menjelaskan hal itu dilakukan agar muncul kesadaran akan pentingnya mengungkap potensi yang ada di dalam diri untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat menambah pendapatan keluarga.
“Selain sosialisasi Stunting kita juga memberikan pelatihan pembuatan olahan ikan untuk ibu-ibu nelayan yaitu nugget ikan dan es rumput laut” tandasnya.
Dirinya berharap ibu-ibu nelayan dapat lebih terampil dalam mengolah ikan menjadi penganan yang awet, bergizi, mempunyai nilai jual tinggi, dan makanan sehari-hari di keluarga nelayan lebih bervariatif/beragam setiap harinya.
Terpisah, Sayuti selaku Lurah Keteguhan setempat menjelaskan bahwa apa yang diberikan oleh UPI dan lainnya sangat membantu masyarakat.
“Masyarakat disini pandai ataupun ahli dalam penangkapan ikan. tetapi masih kurang pengetahuan dalam pengolahan ikan dan berharap dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu nelayan dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari makanan sehat dan bergizi untuk mencegah stunting anak-anak nelayan sejak dini” ucapnya.
“Jika sebelum kelahiran gizi seorang ibu kurang, pola makan yang buruk, kualitas makanan juga buruk dan sering sakit maka balita mengalami stunting yang kesulitan dalam masa perkembangan fisik dan kognitif” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kustiani, selaku Ketua Prodi Gizi Universitas Mitra Indonesia yang menjelaskan bahwa gizi yang seimbang sangat penting bagi pertumbuhan anak, tentunya semua itu tidak lepas dari keluarga yang memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi keluarga.
Ia menjelaskan, banyak aspek-aspek yang lainya yang mempengaruhi seperti pemberian ASI kepada bayi selama 6 bulan, kesehatan lingkungan, pola makan dan sebagainya.
“Gagal tumbuh ini tidak hanya nanti efeknya lebih pendek tetapi dia banyak aspek yang lain terganggu begitu ya, itu bahayanya ya. Makanya pemerintah kita sangat-sangat fokus untuk membereskan masalah stunting ini, karena nanti efeknya jangka panjang” terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, selama proses kegiatan dari awal hingga akhir ibu-ibu nelayan sangat antusias dan berkerja keras. Dengan demikian bukan hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga nelayan, tetapi memberikan keuntungan secara ekonomi mendukung munculnya usaha-usaha kecil, kesejahteraan masyarakat terangkat, dan menumbuhkan semangat berinovasi.
Diakhir sosialisasi Muhamad Syajeansyah sebagai Project Coordinator Rumah Zakat Lampung mengatakan bahwa hal itu menjadi tanggung jawab bersama dalam mengentaskan kemiskinan dan Stunting.
“Ibu-ibu yang perlu kita pikirkan bersama maka kita ikut andil menuntaskan kemiskinan dan pengangguran ketika ibu-ibu mempunyai usaha disamping suami ibu-ibu menjadi nelayan dan ibu-ibu mengolah produk itu” ujarnya.
“Ibu-ibu nelayan bisa kreatif sehingga menghadirkan peluang usaha dan keuntungan apalagi bagi masyarakat pesisir yang dapat memanfaatkan dari hasil tangkap ikan” tutupnya. (Arya)