Hanuang.com – Aktivitas kegempaan kembali tercatat di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (16/9/2026). Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua gempa bumi terjadi di wilayah Maluku Barat Daya, Maluku, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Gempa pertama tercatat mengguncang wilayah timur laut Maluku Barat Daya pada Rabu malam. BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,0.
Gempa terjadi pada pukul 19.47.31 WIB, dengan koordinat 7,08 derajat Lintang Selatan (LS) dan 129,43 derajat Bujur Timur (BT).
Pusat gempa berada sekitar 216 kilometer timur laut Maluku Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun X resminya. Dalam keterangannya, BMKG menegaskan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat sehingga hasil pengolahan data masih dapat mengalami perubahan.
“#Gempa Info Gempa Mag:4.0, 16-Sep-26 19:47:31 WIB, Lok: 7.08 LS – 129.43 BT (216 km Timur Laut MALUKUBRTDAYA), Kedlmn: 10 km #BMKG.”
Beberapa jam sebelumnya, gempa bumi juga tercatat terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 3,2 dan terjadi pada pukul 17.23.19 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 7,73 LS dan 106,57 BT, atau sekitar 82 kilometer di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 25 kilometer.
BMKG kembali mengingatkan bahwa informasi awal yang disampaikan merupakan hasil pengolahan cepat. Karena itu, data gempa dapat berubah seiring dengan semakin lengkapnya data yang diterima dan dianalisis.
“#Gempa Info Gempa Mag:3.2, 16-Sep-26 17:23:19 WIB, Lok: 7.73 LS – 106.57 BT (82 km Selatan KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 25 km #BMKG.”
Dua kejadian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas gempa bumi masih menjadi bagian dari dinamika tektonik di wilayah Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait gempa maupun potensi gempa susulan. Informasi resmi mengenai kejadian gempa sebaiknya diperoleh melalui kanal komunikasi BMKG.
Untuk kedua kejadian tersebut, BMKG juga mencantumkan disclaimer bahwa informasi yang dirilis pada tahap awal mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi apabila terdapat pembaruan mengenai aktivitas kegempaan di wilayah masing-masing. (Arya)