Hanuang.com — Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak cukup hanya dengan memahami teori. Kemampuan mengenali sumber api, menggunakan peralatan pemadam, hingga keberanian mengambil tindakan awal menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap pekerja, terutama di lingkungan industri.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan saat memberikan pembekalan pencegahan dan penanganan kebakaran kepada sebanyak 35 peserta dari berbagai divisi PT. Indokom Samudra Persada dan PT. Indo American Seafoods Tbk, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan berlangsung di perusahaan pengolahan udang yang berlokasi di Jalan Ir. Sutami KM 12,5, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Pelatihan tidak hanya diarahkan agar para karyawan memahami teori mengenai kebakaran, tetapi juga membangun kesiapan dan keberanian untuk mengambil tindakan ketika menghadapi kondisi darurat.
Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengatakan pelatihan secara teori dan praktik sangat penting karena karyawan merupakan pihak yang berada paling dekat dengan potensi kejadian ketika aktivitas kerja berlangsung.
“Mayoritas terjadinya kebakaran lebih disebabkan oleh faktor human error. Karena kelalaian dari kita sendiri. Oleh karenanya, kami berikan pemahaman secara teori, apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran,” jelas Sefri.
Menurutnya, berbagai aktivitas yang dianggap sederhana dapat menjadi pemicu kebakaran apabila dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan. Di antaranya pembakaran sampah, merokok di area yang berbahaya, hingga korsleting listrik akibat penggunaan kabel atau peralatan yang sudah usang.
Karena itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan sekaligus tindakan awal apabila terjadi kebakaran ringan.
“Kami juga memberikan praktik secara langsung kepada para karyawan yang mengikuti kegiatan ini, tujuannya bukan sekadar mereka paham secara teori, tapi juga menumbuhkan keberanian untuk melakukan tindakan jika terjadi kebakaran,” tambahnya.
Sefri menilai keberanian menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan awal kebakaran.
Sebab, pemahaman secara teori terkadang tidak serta-merta membuat seseorang berani mengambil tindakan ketika berhadapan langsung dengan api.
“Banyak yang mengatakan paham dan mengerti, tapi tidak sedikit juga ketika diminta untuk melakukan praktik pemadaman api, tapi tidak mau karena takut. Itu sebabnya, kami juga mendorong rasa percaya diri pada para karyawan, bahwa mereka bisa juga melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang dipraktikkan saat ini,” imbuh Sefri.
Pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama berupa penyampaian materi secara teori yang dilaksanakan di Aula kantor perusahaan.
Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penyebab kebakaran, potensi bahaya di lingkungan kerja, upaya pencegahan, serta langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran.
Tahap kedua dilanjutkan dengan praktik di halaman perusahaan. Para peserta diajarkan teknik pemadaman api menggunakan peralatan sederhana, penanganan kebocoran gas, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sementara tahap ketiga dilakukan melalui pengecekan terhadap sejumlah peralatan proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa yang tersedia di lingkungan PT. Indo Samudra Persada.
Rangkaian tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan tidak hanya sumber daya manusia yang siap, tetapi juga perangkat keselamatan di lingkungan perusahaan dapat berfungsi ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Suasana pelatihan semakin menarik ketika para peserta mendapat kesempatan melakukan praktik pemadaman api secara langsung.
Mereka secara bergantian mencoba memadamkan api menggunakan alat sederhana seperti kain basah maupun dengan APAR di bawah arahan petugas Damkarmat.
Salah satu peserta, Rochmah, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Seru, banyak pembelajaran baru yang diperoleh, terutama terkait penanganan kebakaran,” kata Rochmah.
Ia menilai salah satu hal penting yang dipelajari adalah bagaimana tetap tenang ketika menghadapi situasi darurat.
“Intinya, kalau ada kebakaran jangan panik. Utamakan cari solusinya. Kalau ada kebocoran pada tabung gas, pastikan tabung gas diletakkan di ruangan terbuka karena gas akan terus keluar,” tambahnya.
Dari pihak perusahaan, apresiasi disampaikan Kabag HR & GA, Dedi Iskandar. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Damkarmat Lampung Selatan yang telah memberikan pembekalan kepada para karyawan.
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi keadaan darurat.
“Harapan saya, dengan adanya pelatihan ini, para karyawan mengetahui cara pencegahan serta dapat sigap ketika terjadi keadaan darurat, khususnya kebakaran,” harap Dedi.
Pelatihan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pencegahan kebakaran di lingkungan industri bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam atau tim keselamatan perusahaan.
Setiap karyawan memiliki peran dalam mengenali potensi bahaya, mencegah munculnya sumber api, serta mengambil tindakan awal secara tepat ketika kondisi darurat terjadi.
Dengan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan dan keberanian, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di lingkungan kerja diharapkan semakin kuat, sehingga potensi kerugian maupun risiko terhadap keselamatan jiwa dapat diminimalkan. (Arya)