Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: BPTP Lampung Kembangkan Taman Sains Pertanian di Kecamatan Natar
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

BPTP Lampung Kembangkan Taman Sains Pertanian di Kecamatan Natar

Redaksi
Last updated: 6 Juli 2022 13:45
Redaksi
4 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung yang berlokasi di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan mengembangkan Taman Sains Pertanian (TSP).

TSP merupakan wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi di bidang pertanian, sekaligus tempat untuk peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPTP Provinsi Lampung Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si saat ditemui di rumah kopi, BPTP Lampung, pada Selasa (5/7/2022).

“Disamping sumber inovasi sangat banyak disini. Kemudian lahirlah beberapa pemikiran untuk menjadikan daerah disini dengan konsep agro edu wisata, kami sudah buat konsepnya dari awal itu adalah TSP. Konsep TSP dengan edukasi adalah hasil-hasil yang dimiliki oleh BPTP yang bisa dijembatani oleh masyarakat,” ungkapnya.

Jekvy Hendra mengungkapkan, pada luas lahan 60 hektar tersebut, tidak semuanya bisa dijadikan sebagai lokasi pembinaan dan bimbingan untuk pengembangan agrowisata.

Pada bagian belakang BPTP Lampung dengan luas kurang lebih 35 hektar, kata Jekvy, akan difokuskan untuk melakukan penelitian dan pengkajian, sehingga pengunjung hanya bisa mengunjungi lahan tersebut dengan menggunakan kendaraan.

Sedangkan, untuk wilayah pembinaan kepada para pelaku pembangunan pertanian akan dilakukan di bagian depan BPTP Lampung dengan luas lahan kurang lebih 20 hektar.

“Karena kami adalah riset dan penelitian, kami juga tidak serta merta melakukan hal seperti itu, banyak orang yang membuka kebun yang dijadikan wisata, 6 bulan setelah peresmian selesai, karena ada hama dan penyakit yang muncul,” ungkapnya.

Melalui penerapan konsep TSP ini, lanjut Jekvy, para pelaku pembangunan pertanian akan mengetahui dan memahami secara menyeluruh, mengenai konsep bertani dengan baik dan cerdas.

Sehingga diharapkan, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menguatkan peran iptek, dalam pembangunan ekonomi dengan budaya inovasi pada sektor pertanian.

“Sangat sayang bila kita tidak memanfaatkan beberapa potensi yang dimiliki oleh Lampung Selatan. Peta kesesuaian lahan itu ada, kita harus cari kesesuaian varietas yang cocok untuk daerah tersebut,” katanya.

“Sekarang kalau kekurangan pupuk, apa alternatifnya, maka langkah pematian pupuk adalah spesifik lokasi. Kami punya alat yang bisa mengidentifikasi, kan sayang itu kalau tidak dimanfaatkan,” kata Jekvy lebih lanjut.

Jekvy menyebut, selain memiliki produk olahan seperti minuman lada dan kopi, BPTP Lampung juga memiliki berbagai produk pertanian lainnya, seperti cabe jawa, vanili, duren, padi, jagung, kedelai, pepaya dan masih banyak lagi.

Namun demikian semua produk pertanian tersebut tidak dapat dihasilkan secara terus-menerus, hal ini dikarenakan BPTP Lampung akan mengkaji serta meneliti permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Kita mengkaji, misal ada masalah di lapangan, jadi fokus kami adalah bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. spesifik untuk Lampung Selatan yang dibutuhkan teknologinya apa, beda daerah akan beda lagi. Jadi pola kerja kami seperti itu pak, kami tidak bisa menghasilkan produk yang sifatnya terus-menerus,” ujar Jekvy.

TAGGED:BPTPLampung Selatan
Share This Article
Facebook Email Print
ByRedaksi
Farihan, S.H
Previous Article Babinsa Koramil Kedondong Siapkan Lahan Ketahanan Pangan di Desa Paguyuban
Next Article Nanang Ermanto dan Bunda Winarni Terima Penghargaan Dari BKKBN Pusat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kapolres Lamsel Pimpin Ziarah Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke – 74
PT. Axella Adhi Pratama Berikan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir Lamsel
Bandara Jadi Etalase Lampung Selatan, Pemkab dan InJourney Airports Perkuat Sinergi Dorong Ekonomi Daerah
Siap Tampil, Jamrud Cek Sound di Kalianda Expo 2022
Nanang Hadiri Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Bakti Adhyaksa Ke-63 Yang Digelar Kejari Lamsel
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?