
Hanuang.com – Hujan merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh para petani, karena dengan air hujan yang cukup maka sawah dan ladang mereka akan tersirami tanpa harus disirami secara manual.
Seperti halnya di Bumi Khagom Mufakat, kekeringan mulai dirasakan oleh para petani. Dimana air saat ini sangat dibutuhkan.
Banyak petani terancam gagal panen dan ada juga yang terpaksa melakukan panen lebih cepat.
Seperti di wilayah Kecamatan Jati Agung, tepatnya di desa Rejomulyo, petani melakukan panen lebih awal.
“Ya terpaksa bang, harusnya kita panen bukan depan, tapi karena sulitnya air, harus kita panen lebih awal” ujar petani, Minggu, (10/09/23).
Terpisah, di daerah Kecamatan Palas yang dikenal sebagai lumbung padi Kabupaten Gerbang Sumatera, petani terancam gagal panen akibat hujan tak kunjung tiba.
“Sudah hampir dua bulan belum ada hujan bang, jadi kemungkinan kita bisa gagal panen. Belum lagi hama dan lainnya menyerang karena kita belum bisa memupuk saat kering begini” jelasnya.
Dampak kemarau juga dirasakan oleh masyarakat, hal itu terlihat dari gencarnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lamsel yang terus mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga.
“Kita selalu salurkan air bersih ke berbagai Kecamatan” ujar Rully Fikriyansyah selaku Kabid Damkar.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun. Bukan hanya air bersih saja yang menjadi ancaman, kebakaran hutan dan lahan bahkan pemukiman juga menjadi salah satu resiko yang harus dihadapi oleh masyarakat. (Arya)
Related Posts
5 April 2026
6 Desember 2024
6 Desember 2024