Connect with us

Lampung Selatan

(Video) Tak Kunjung Mediasi, Warga Lematang Gelar Aksi Tolak FSBMM

Published

on

Hanuang.com – Puluhan Warga Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar aksi unjuk rasa di PT. BMI desa setempat, Kamis, (12/03/20).

Unjuk rasa tersebut terkait dengan penolakan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh FSBMM. Hadir dalam giat tersebut, Dadang selaku Penanggungjawab yang juga sebagai pembina Karang Taruna Desa setempat, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Ketua Karang Taruna Desa Lematang, Pedagang sekitar PT. BMI, dan warga desa setempat.

Berikut isi orasi yang disampaikan perwakilan masyarakat dalam unjuk rasa tersebut :

  1. Kami merasa tersinggung dengan adanya aksi demo yang selama ini dilakukan oleh FSBMM, karena sudah sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban umum.
  2. Dengan adanya PT. BMI di Desa Lematang sangat bermanfaat bagi warga sekitar, karena dengan adanya PT. BMI banyak warga yang ikut bekerja di PT BMI.
  3. Kami sudah pernah mencoba untuk memediasi antara PT. BMI dengan FSBMM namun sampai dengan saat ini tidak menemukan hasilnya.
  4. Kami tidak ingin di Desa kami dikotori dengan aksi-aksi, karena terkesan bahwa di Desa kami tidak aman dan tertib.
  5. Harapan kita bersama untuk memberikan peringatan kepada para buruh untuk tidak kembali melakukan aksi.
  6. Selama ini kami hanya diam dan melihat, namun sepertinya tidak ada kesudahan.
  7. Apabila mereka masih melakukan aksi, maka akan berhadapan langsung dengan warga Lematang.

Pihak dari Polres Lamsel melalui Polsek Tanjung Bintang, mendatangi masa aksi dan melakukan mediasi agar tidak melaksanakan aksi karena tidak memberikan surat pemberitahuan aksi.

Dihadapan Aparat Kepolisian, dengan legowonya Kades Lematang, Fikriyadi hadir ditengah-tengah masyarakat dan memberikan himbauan kepada warganya serta meminta maaf secara terbuka kepada aparat karena tak melampirkan surat pemberitahuan aksi.

“Saya selaku kepala desa mohon maaf karena warga saya telah melaksanakan aksi” ungkapnya.

“Saya selaku kades tidak memihak kepada siapapun. Namum, saya akan salalu membantu warga saya, dan saya sampaikan bahwa saya atas nama warga Desa Lematang sangat mendukung dengan adanya PT. BMI, dan saya sampaikan saya sangat bertentangan dengan aksi yang selama ini dilaksanakan” tambahnya.

Dirinya juga meminta kepada warga untuk membubarkan barisan dan berharap warga dapat percaya kepadanya untuk menyampaikan aspirasi.

“Meluruskan, bahwa saya dan bapak Camat tidak pernah memberikan dukungan kepada FSBMM untuk melakukan aksi unjuk rasa karena pernah, pada saat orasi menyampaikan hal tersebut” bebernya. (Arya)

 2,323 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Secara Virtual, Pemkab Lamsel Ikuti Rakor Evaluasi Pelaksanaan PPKM Mikro

Published

on

By

Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengikuti rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang digelar secara virtual.

Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Hadir juga dalam Rakor itu, sejumlah Menteri Kabinet Indonsia Maju, Jaksa Agung, Kasatgas Covid-19 Nasional, serta kepala daerah mulai dari gubernur, bupati/wali kota dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, S.Sos, MM, bersama sejumlah pejabat utama serta Kepala OPD terkait, mengikuti Rakor tersebut melalui zoom meeting dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Senin malam (14/6/2021).

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto telah mengumumkan perpanjangan PPKM Mikro dari tanggal 1 sampai 14 Juni 2021.

PPKM merupakan kebijakan baru pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia. Istilah ini berbeda dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mekanisme PPKM dan PSBB berbeda. Kebijakan penerapan PSBB merupakan inisiatif awal berupa pengajuan pembatasan ada di Pemerintah Daerah. Sementara, pembatasan PPKM ada di tangan Pemerintah Pusat.

Dengan berakhirnya pemberlakuan PPKM Mikro pada hari ini, 14 Juni 2021, pemerintah melaksanakan evaluasi dengan seluruh kementerian, lembaga, serta daerah yang ditetapkan melaksanakan PPKM.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, M. Darmawan mengatakan, dari hasil Rakor tersebut pemerintah kembali akan memperpanjang penerapan PPKM Mikro.

Adapun lanjut Darmawan, kebijakan PPKM Mikro diterapkan untuk menekan kasus positif serta melandaikan kurva penyebaran Covid-19.

“Intinya, pemerintah meminta untuk lebih meningkatkan lagi pelaksanaan PPKM di daerah. Dan ini (PPKM) akan terus diperpanjang lagi,” ujarnya ditemui usai Rakor. (Az)

 475 total views,  348 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pasuruan Wakili Lamsel Ikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung

Published

on

By

Hanuang.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, meminta seluruh masyarakat Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan proaktif dalam berbagai program pembangunan maupun kegiatan di desa.

Menurut Nanang, semua program desa yang telah dibangun akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh masyarakat.

Demikian disampaikan Nanang Ermanto pada rapat koordinasi (Rakor) jelang penilaian lomba desa tingkat Provinsi Lampung tahun 2021 di Aula Balai Desa Pasuruan, Senin (14/6/2021).

“Partisipasi masyarakat yang mempunyai kemauan, memiliki nilai tinggi dalam penilaian. Dengan adanya lomba desa ini, ambil positifnya. Saya harap Desa Pasuruan menjadi lebih mandiri,” katan Nanang dalam arahannya.

Dengan telah dilakukannya berbagai persiapan dan inovasi menjelang penilaian lomba desa, Nanang juga berharap Desa Pasuruan mampu menjadi pemenang dalam ajang lomba tingkat provinsi tersebut.

“Kalau kita hanya mengikuti lomba ini untuk seremoni, untuk apa kita berbulan-bulan memperbaiki. Apapun semua sudah kita benahi. Pemerintah daerah memfasilitasi desa supaya ada suatu perubahan,” tukasnya.

Nanang juga mengungkapkan beberapa inovasi yang akan menjadi fokus tim penilai terhadap Desa Pasuruan. Diantaranya, kegiatan kampung tangguh, kegiatan bumdes dengan berbagai turunannya, kampung literasi, lumbung gizi desa (Bugisa), smart village, jurnalis desa, dan lainnya.

Untuk itu, Nanang meminta agar seluruh inovasi tersebut dapat benar-benar dipersiapkan dengan baik. Sehingga nantinya tim penilai provinsi tidak mempunyai celah untuk meruntuhkan inovasi yang telah dilakukan.

“Ini (inovasi) yang akan dinilai oleh provinsi. Pada hari ini harus benar siap-siap sampai besok penilaian. Jangan apa yang akan dinilai ini, ada beberapa yang mampu merontokkan 10 inovasi yang ada,” imbuh Nanang.

Nanang juga berharap kepada seluruh pendamping di enam dinas, agar dapat benar-benar mempersiapkan tim. 

Hal itu dilakukan agar pendamping dapat lebih fokus dalam menjelang penilaian lomba desa yang akan berlangsung pada hari Rabu, 16 Juni 2021 mendatang.

“Dua hari ini tidak ada main-main. Kita konsentrasi mempersiapkan semaksimal mungkin. Saya yakin dan percaya kalau Lampung Selatan ini sudah cukup berpengalaman dalam lomba desa ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nanang juga berpesan agar seluruh aparatur desa beserta masyarakat dapat terus menjaga nilai kreatifitas, inovasi dan juga kebersihan di desa tersebut. Meski nantinya penilaian lomba telah berakhir.

“Jangan nanti setelah lomba, udah blukar lagi, bukan desa tangguh lagi. Nah ini saya sudah senang melihat desa bersih, terus dijaga desanya,” pesan Nanang. (ptm)

 1,093 total views,  348 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Dinas Damkar dan Penyelamatan Lamsel, Evakuasi Ular Sanca di SDN 1 Way Urang

Published

on

By

Hanuang.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) melakukan evakuasi terhadap hewan melata jenis Pyton (Sanca) di SDN 1 Way Urang, Senin, (14/06/21).

Ular yang sudah cukup besar dan panjang tersebut diketahui berada di garasi yang filihat oleh salah satu dewan guru.

Hal itu dibenarkan oleh Rully Fikriansyah selaku Kabid Damkar dan Penyelamatan Pemkab Lamsel, yang menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan 1 regu untuk melakukan evakuasi.

“Kita dapat telpon langsung dari salah seorang dewan guru bahwa ada ular di dalam lingkungan sekolahnya, kita langsung terjunkan 1 regu dari pokso Kalianda menuju lokasi” jelasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, saat ini hewan melata tersebut sudah dipastikan aman dan jauh dari pemukiman warga. (*)

 1,418 total views,  348 views today

Continue Reading

Trending Topic