Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Ternyata Alat Pendeteksi Tsunami Di Perairan Selat Sunda Hilang Sejak Tahun 2007
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Ternyata Alat Pendeteksi Tsunami Di Perairan Selat Sunda Hilang Sejak Tahun 2007

Redaksi
Last updated: 25 Desember 2018 01:33
Redaksi
8 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Alat pendeteksi Tsunami (Buoy) milik Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ada di perairan Selat Sunda dikabarkan hilang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Bidang Mitigasi Gempa Bumi & Tsunami Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tiar Prasetya, yang menjelaskan hilangnya alat tersebut sudah cukup lama.

“Sekitar sebelas tahun yang lalu hilangnya, sejak 2007 lalu, enggak tau kemana Buoy dari BPPT itu” ungkapnya. Minggu, (23/12/18).

“Ya jadinya kita gak punya buat mantau tsunami, tapi untuk memantau vulkanik itu ada di Gunung Anak Krakatau dan itu PVMBG” tambahnya.

Meskipun banyak Buoy yang tak terpasang di perairan laut Indonesia, pihaknya tetap selalu berusaha menyampaikan informasi dengan cepat. Bahkan kurang dari 5 menit pihaknya akan selalu memberikan warning atau peringatan kepada masyarakat. (*)

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
ByRedaksi
Farihan, S.H
Previous Article Dampak Tsunami, Di Desa Suak Sidomulyo Ada 4 Rumah Rusak Parah & 2 Rumah Rusak Ringan
Next Article Pasca Tsunami, Kemacetan Di Pesisir Terjadi Karena Banyak Yang Sekedar Foto Selfi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kunci Lampung Selatan Membangun Daerah yang Maju dan Berkarakter
Winarni Hadiri Rapat Persiapan Jumbara Nasional Ke-9 Bersama PMI Provinsi Lampung
Gerbek Judi Sabung Ayam, Pelaku Kabur dan Polisi Amankan Belasan Motor
‘Indahnya Peduli Nikmatnya Berbagi’ Katar Penengahan Tebar 1000 Masker & Takjil Untuk Warga
Catat Tanggalnya, Pemkab Lamsel Bakal Gelar Jalan Sehat Wisata Gembira di 17 Kecamatan
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?