Connect with us

Bandar Lampung

Sidang ABN & Anjar Asmara Kembali Digelar, Saksi Dari PUPR Lamsel Berikan Keterangan Berbelit-Belit

Published

on

Hanuang.com – Sidang Kasus Suap Fee Proyek Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel), kembali digelar ruang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis, (20/12/18).

Kali ini sidang kedua dari terdakwa Anjar Asmara & Agus Bhakti Nugroho didampingi 8 orang kuasa hukum dengan pembagian 4 orang kuasa hukum untuk satu terdakwa, dan JPU KPK RI dalam persidangan menghadirkan sejumlah saksi-saksi.

Adapun saksi-saksi yang dihadirkan tersebut yakni dari unsur Pemkab Lamsel, diantaranya, Kabid Bina Marga PUPR Lamsel, Yudi Siswanto, Sekretaris Bina Marga PUPR Lamsel, Destrinal AZ, Kasi Rehabilitasi Pembangunan Jalan & Jembatan PUPR, Adi Supriyadi, Staf PUPR, Rudi Rozali, Kasi Pertamanan Disperkim Lamsel, Agung Hanantyo, Honorer Staf Bina Marga PUPR Lamsel, Rusli, Staf PUPR Lamsel, Lares Cahyadi.

Menurut keterangan saksi Destrinal AZ , yang menjabat Sekdin PUPR Lamsel sejak Februari 2016 hingga saat ini, mengungkapkan bahwa ada sekitar 200 proyek ditahan 2018.

“saya Lupa yang mulia, paket proyek itu secara pastinya untuk tahun 2016 dan tahun 2017, tapi kalau kisaran itu ada sekitar 200 lebih kayaknya untuk di tahun 2018″ ungkapnya.

“Untuk anggaran pembangunan tahunan Lupa Yang Mulia untuk 2016, dan tahun 2017 itu ada Rp. 300 miliar lebih, kalau 2018 itu Rp. 400 miliar lebih,” tambahnya, ketika Majelis Hakim mempertanyakan perihal pembangunan anggaran tahunan dari 2016 hingga 2018.

Ketika Majelis Hakim bertanya sejauh mana kedekatannya dengan Syahroni selaku Kabid Pengairan PUPR Lamsel, saksi Destrinal AZ mengungkapkan kenal.

“Kenal Yang Mulia. Tapi tidak pernah ada titipan dari Syahroni, kami menjalankan tugas sesuai dengan prosedur saja” jelasnya.

Kembali Majelis Hakim bertanya kepada Destrinal AZ, tentang Floating dari Anjar Asmara saat saksi menjadi Ketua Pokja, dirinya kembali menjawab tidak pernah.

“Apakah saudara pernah dipanggil oleh Kadis Anjar, sehubungan dengan tugas saudara selaku Ketua Pokja ini, Apakah Anjar memberitahu saudara nama-nama perusahaan mana saja yang sudah di-floating yang dimenangkan dalam proyek tersebut?” Tegas Majelis Hakim.“Tidak pernah Yang Mulia,” ujarnya.

Akhirnya Majelis Hakim membentak saksi Destrinal AZ.

“Jadi Syahroni tidak, Anjar tidak, saudara sudah disumpah, tolong jawab sesuai pertanyaan saya saja, jangan melebar kemana-mana” Ungkap Majelis Hakim membentak.

Akhirnya Destrinal AZ, mengakui pernah menerima sejumlah uang dari Syahroni.

“Iya saya pernah terima dari Syahroni, mungkin uang Shodaqoh” pungkasnya.

“Saudara ini tau uang itu asalnya darimana” timpal Majelis Hakim.

“Dari rekanan yang mulia, rekanan yang menang tender” jawab Destrinal AZ mengakui setelah dibentak oleh majelis hakim Bahrudin Naim.

Diketahui Destrinal menerima uang sebesar Rp. 83 Juta dengan rincian Tahun 2017 sebesar Rp. 33 Juta, Tahun 2018 sebesar Rp. 50 Juta.

Majelis hakim menilai keterangan saksi berbelit-belit serta berubah-ubah.

“Anda inikan Sekertaris di Dinas PUPR , anda kan tau mana yang salah dan benar, mana yang patut dikerjakan atau tidak. Saya rasa anda lebih pintar dari saya. Kalau ditanya dan menurut anda itu salah yang bilang salah! Inikan sesuai BAP Penyidik” bentak majelis hakim.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Mansyur Bustami, dengan dua orang anggota yakni, Bahrudin Naim & Syamsudin. (*)

 3,408 total views,  4 views today

Advertorial

Made Bagiasa : “Perubahan Perilaku Pada Anak Harus Dipantau”

Published

on

By

Hanuang.com – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Made Bagiasa, melakukan Sosialisasi Perda (Sosperda) nomor 1 tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif.

Dengan tetap mengedepankan protokoler Kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan social distancing, Wakil Ketua Komisi II DPRD Lampung tersebut menerangkan betapa pentingnya isi dari Perda tersebut.

Menurutnya, penyelamatan generasi bangsa dari bahaya narkoba harus dimuali sejak dini, seperti dari satuan lingkungan terkecil yaitu keluarga. Keluarga harus memberi pemahaman yang baik dari efek negatif dari penggunaan atau pemakaian narkoba dan mewaspadai lingkungan sekitar anak agar jangan terpangaruhi dan dicekoki narkoba.

“Perubahan perilaku pada anak harus terus dipantau oleh orangtua secara terus menerus. Dengan menanamkan keimanan akan keagamaan dan pendidikan yang baik pada anak dan pengawasan secara terus menurus sampai anak beranjak dewasa maka akan tertanam sikap dan daya tangkal yang kuat pada anak untuk menjauhi narkoba,” terangnya pada Sosper di Desa Umbul Tinggi Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Jumat (10/07/2020).

Politisi Golkar Lampung tersebut juga mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda untuk perangi narkoba dengan salah satu cara menerapkan pola hidup sehat.“Di tengah Pandemi Covid-19, sebaiknya masyarakat khususnya para generasi muda beraktifitas dengan kegiatan yang positif, seperti olahraga demi menjaga ketahanan imunitas dalam tubuh,” ujarnya.

Kemudian diiakhir acara, dirinya juga kembali menghimbau kepada seluruh elemen agar jangan sekali-kali mendekati barang haram dan sejenisnya tersebut.

“Saya selalu mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya anak muda agar menjauhi yang namanya narkoba. Untuk itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan tentang bahaya narkoba di tengah keluarga ataupun masyarakat,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam kegiatan Sosperda tersebut, juga menghadirkan Perangkat dan para Pamong setempat, serta ratusan masyrakat sekitar. Diakhir kesempatan tersebut juga, Bli Made memberikan buku dan beberapa bantuan kepada masyarakat. (*)

 605 total views,  73 views today

Continue Reading

Advertorial

Di Kota Gajah, Ketua DPRD Lampung Sosialisasi Perda Tentang Narkoba

Published

on

By

Hanuang.com – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Guhmay menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyelenggaraan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, di kampung Sritejo Kencono, Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah. Kamis, (09/07/20).

Hadir dalam acara sosialisasi Perda ini Camat dan Kapolsek Kota Gajah serta diikuti perwakilan Kelompok Wanita Tani, Pemuda Karang Taruna, tokoh masyarakat se Kecamatan Kota Gajah.

Dalam paparannya mingrum mengajak agar para orang tua dapat terus mengawasi dan menjaga anak-anak serta keluarga dari bahaya narkoba.

Ruang lingkup pengaturan dalam perda ini meliputi antisipasi dini, pencegahan, penanganan, pendanaan partisipasi masyarakat dan penghargaan.

Ditambahkan mingrum, peran lingkungan dan keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga bahaya narkoba.

Upaya dapat dilakukan salah satunya dengan membentuk dan mengoptimalkan tim penanggulangan bahaya narkotika, psikotropika dan zat aktif lainya berbasis masyarakat serta peningkatan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat yang berpotensi terhadap penyalagunaan narkotika dan psikotropika. Ujarnya

Ditengah pandemi covid 19 dan memasuki tatanan New Normal Mingrum menghimbau dan mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam keseharian guna pencegahan penularan covid 19.

Camat Kota Gajah Muliwan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan dan kehadiran ketua DPRD Provinsi Lampung pada acara sosialisasi Perda di Kecamatan Kota Gajah, “upaya telah banyak kami lakukan dalam hal pencegahan penyalagunaan narkoba di wilayah kecamatan Kota gajah salah satunya mengoptimalkan peran Linmas dan Pol PP kecamatan dalam melakukan patroli wilayah guna mengantisipasi pencegahan dini penyalagunaan narkoba, harapan kami kepada Ketua DPRD Provinsi Lampung agar kiranya dapat membantu program dalam pencegahan penyalagunaan narkoba diwilayah kecamatan Kota Gajah.

Pada kesempatan sosialisasi perda ini juga Mingrum menyerahkan bantuan paket sembako kepada peserta sosialisasi. (*)

 587 total views,  76 views today

Continue Reading

Advertorial

Sahlan Syukur Minta Warga Natar Jauhi Narkoba

Published

on

By

Hanuang.com – Anggota DPRD Provinsi Lampun, Sahlah Syukur, asal dapil Lampung Selatan Fraksi PDI-Perjuangan, gelar agenda Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung nomor 1 tahun 2019, tentang fasilitas penanganan penyalahgunaan Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainya. Sabtu (11/7/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sukadamai Kecamatan Natar mulai pukul 10.00 WIB, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu jaga jarak dan memakai masker. Menghadirkan dua Narasumber yakni Dra. Nur Prima Qurbani M.Si dari Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Lampung dan Vania Amanda Samor, S.Farm Mahasiswa lulusan Universitas Gadjah Mada.

Pria yang kerab disapa Aan tersebut mengatakan, Dalam pemaparan pemateri bahwa penggunaan narkoba sangat berbahaya untuk kita semua dan mengakibatkan akan maraknya kejahatan yang terjadi. Maka, dari itu mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penggunaan narkoba dikalangan remaja.

“Dengan adanya peraturan daerah ini, saya berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat, bagaiamana cara pencegahan narkoba baik di lingkungan tempat bekerja maupun di lingkungan tempat tinggal,” kata Aan, dihadapan masyarakat.

Sejalan hal tersebut, tambahnya, pihaknya siap kapan dan di manapun jika dibutuhkan masyarakat untuk memberikan pencerahan tentang bahaya penggunaan narkoba.

“Narkoba sangat rentan merasuki dan merusak semua kalangan, termasuk dikalangan remaja. Terkadang, tidak sedikit orang terjebak akan pola pikir yang salah, ingin meraih sesuatu dengan cara cepat sehingga menggunakan narkoba. Padahal tidak akan prestasi jika menggunakan narkoba.Yang betul itu “Narkoba No, Prestasi Yes,” ujarnya.

Diselang selesai kegiatan, Aan meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan masyarakat Sukadamai terkait pertanian, perternakan, perikanan dll, yang hari ini menjadi tugasnya di komisi II.

“Datangnya saya kesini selain menjalankan tanggung jawab saya perihal Sosialisasi Peraturan Daerah saya berharap jadinya saya sebagai anggota dewan dapat dimanfaatkan oleh bapak ibu, maka itu saya ingin berdiskusi dengan bapak ibu sekalian tentang pertanian, perternakan, perikanan dll,” kata Aan. (*)

 4,486 total views,  69 views today

Continue Reading

Trending Topic