Connect with us

DPRD

RDP Dengan PUPR & Bappeda, Komisi III DPRD Lamsel Soroti Pengerjaan Jalan

Published

on

Hanuang.com – Kualitas pembangunan jalan di Lampung Selatan (Lamsel) sepertinya tengah menjadi sorotan Komisi III DPRD setempat.

Menurut mereka, semestinya, pembangunan jalan berkelas makro dapat bertahan sekitar 10 tahun. Namun, yang terjadi di Lamsel justru bertolak belakang.

Hal itu ditegaskan anggota dewan saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi III bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamsel, Selasa (25/2/2020).

Ketua Fraksi PAN, Baiquni Aka Sanjaya menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel khususnya Dinas PUPR semestinya fokus terlebih dahulu soal peningkatan kapabilitas jasa konstruksi.

“Pembinaan jasa kontruksi yang perlu dilakukan yaitu kepada kontraktor, pengawas lapangan, konsultan dan SDM lainnya yang berkenaan dengan teknis pembangunan,” katanya seraya memberi masukan kepada Dinas PUPR.

Menurutnya, pembinaan SDM ini akan mempengaruhi kualitas jalan yang dibangun. Paling tidak, dapat bertahan lama dan rapi dalam pengerjaannya.

“Sebab, jika kita hanya berkutat pada kualitas jalan ini akan menyita waktu pembangunan sektor lainnya di Lamsel. Pembangunan ekonomi, SDM masyarakat dan lainnya,” lanjutnya.

Sekretaris Umum, Karang Taruna Lamsel ini juga mengungkapkan, idealnya, pembinaan jasa kontruksi diagendakan setiap tahun. Agar, sebelum dimulainya penggelaran proyek, SDM sudah mumpuni.

“Mohon maaf, kemungkinan besar, orang yang bertugas di lapangan belum tentu memiliki pengetahuan luas secara teknis pembangunan. Sebab, orang yang tidak mempunyai teori, juga tidak akan bisa bekerja,” imbuhnya.

Ia mengimbau, kepada Dinas PUPR dan rekanan di Lamsel agar dapat mengutamakan SDM, agar menghasilkan kualitas pembangunan yang baik.

“Kita coba membiasakan yang benar. Bukan membenarkan kebiasaan,” tukasnya. (Arya/Doy)

 2,159 total views,  3 views today

DPRD

Serap Aspirasi Masyarakat, Deden Alindo Reses di Desa Margasari

Published

on

By

Hanuang.com – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Deden Alindo, menggelar Reses di Desa Margasari, Kecamatan Sragi, Lamsel, Senin, (19/04/21).

Hadir dalam giat tersebut, Pjs. Kades Margasari, Suhadi, Babinsa Koramil Palas, Serda Kisnoto, Ketua LPM, aparatur pemerintah dan juga masyarakat.

Suhadi mengatakan mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada anggota DPRD Lamsel dalam rangka reses tersebut.

“Tentunya kami bisa menyampaikan beberapa aspirasi kepada bapak” ungkapnya.

“Pada kesempatan kali ini, kami meminta serta memohon kepada bapak Komisi III bidang Pembangunan, agar dapat memperjuangkan pembangunan didesa Margasari ini, terutama akses jalan/infrastruktur, agar desa ini bisa berkembang lebih cepat lagi” tutupnya.

Hal senada diungkapkan Deden Alindo, bahwa kehadirannya dalam rangka terjun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi serta keluh-kesah yang ada.

“Kedatangan saya kesini adalah dalam rangka reses menyerap aspirasi masyarakat, dan untuk selanjutnya mohon doanya apa yang dinginkan oleh pemerintahan desa dan masyarakat desa Margasari akan saya perjuangkan tentang usulan untuk pembangunan infrastruktur, sebagai jalan penghubung desa Margasari dengan Mandalasari yang belum sama sekali tersentuh pembangunannya” bebernya. (*)

 2,741 total views,  2 views today

Continue Reading

DPRD

Pembahasan Pansus LKPJ Bupati Lamsel, DPRD Semprot Direktur RSUD Bob Bazar

Published

on

By

Hanuang.com – Anggota pansus LKPj Bupati Lampung Selatan, Jenghis Khan Khaikal tersulut emosi dengan menggebrak meja saat pembahasan bersama RSUD Bob Bazaar (RSBB). Jenggis Khan Haikal terlihat emosional saat berbantahan dengan direktur RSBB dr Media Apriliana, di Aula rumah Dinas Ketua DPRD, Selasa sore 6 April 2021.

Anggota fraksi Demokrat itu sebelumnya sempat bertanya mengenai penanganan pasien suspek Covid-19 oleh pihak RSBB. Dimana, ada warga dalam proses perawatan kesehatannya karena diduga tergejala ditangani dengan protokol kesehatan.

Namun, dengan berakhir pasien meninggal dengan prosesi pemusalaran Invictus. Namun hasil akhir swab negatif.

“Tidak usah berbantahan. Kami hanya memberikan rekomendasi untuk rumah sakit, bagaimana kedepannya dapat menjadi lebih baik. Coba ibu bayangkan, sedihnya pihak keluarga, dari prosesi perawatan hingga pemakaman dengan prokes. Namun hasil tes akhir menunjukkan negatif Covid. Bahkan untuk prosesi takziah saja tetangga takut untuk datang ke rumah duka,” sergah Jenghis sembari menggebrak meja. (row)

 2,237 total views,  2 views today

Continue Reading

DPRD

DPRD Lamsel Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati TA. 2020

Published

on

By

Hanuang.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020 kepada DPRD setempat secara virtual.

Nanang menyampaikan LKPJ tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan melalui aplikasi zoom meeting dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Rabu siang (31/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Nanang turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin beserta para pejabat utama dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Hadir juga perwakilan anggota Forkopimda Lampung Selatan.

Sementara, rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Lampung Selatan, dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, didampingi Wakil Ketua II Agus Sutanto.

Adapun, rapat paripurna tersebut dihadiri 41 anggota dewan dari jumlah 50 orang anggota DPRD yang ada. Rinciannya, hadir secara fisik sebanyak 23 orang, hadir melalui aplikasi virtual meeting 18 orang, dan sisanya izin 9 orang.

Setelah dibuka Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan LKPJ APBD Tahun Anggaran 2020 secara daring.

Dalam penyampaiannya, Nanang mengatakan, LKPJ yang disampaikan merupakan informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang disusun setelah tahun anggaran berakhir yang disusun sebagai perwujudan dari pelaksanaan otonomi daerah.

“Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab serta mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik,” kata Nanang Ermanto.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, bahwa kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan cenderung mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari menurunnya persentase penduduk miskin dibandingkan dengan Tahun 2019.

“Dimana jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lampung Selatan turun sebesar 0,23% dari 14,31% pada tahun 2019 menjadi 14,08% pada tahun 2020,” papar Nanang.

Kemudian lanjut Nanang, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan menduduki peringkat ketujuh dari kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

“Nilai IPM Lampung Selatan sebesar 68,36 dimana peringkat pertama diduduki oleh Kota Bandar Lampung dengan nilai IPM nya sebesar 77,47,” tutur Nanang. (*)

 2,399 total views,  2 views today

Continue Reading

Trending Topic