Hanuang.com

Home

Peringatan 1 Tahun Tsunami Lamsel, Warga Tagih Janji Pemerintah

Hanuang.com – Kesedihan bagi masyarakat korban bencana Tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu sepertinya masih dirasakan.

Hal itu karena Masyarakat di Kecamatan Rajabasa yang terkena dampak musibah masih menunggu janji-janji dari pemerintah.

Diketahui ada beberapa Desa di Kecamatan Rajabasa, Lamsel mengadakan Khoul korban Tsunami. Namun amat disayangkan acara mengenang musibah itu diselenggarakan di desa masing-masing.

Saipudin (50) salah satu warga Desa Waymuli Timur, mengatakan di hari mengenang Pasca tsunami itu tidak dilakukan didesanya, menurutnya kenangan menyedihkan yang semestinya tidak dilupakan itu seakan tidak mendapatkan respon dari Instansi Pemerintahan.

“Padahal Desa Waimuli Timur paling banyak memakan korban tsunami, dan sekarang genap satu tahun musibah berlalu tapi di desa kami tidak ada acara seperti desa lain hanya kemaren malam saja ada acara houl kecil entah kenapa” keluhnya, Minggu, (22/12/19).

Hal yang sama di katakan Baniro (53) saat ini para korban tsunami yang mendiami hunian sementara (huntara) seperti mengalami penderitaan yang tiada henti karena menurutnya berbagai bantuan yang dijanjikan Pemerintah seakan terabaikan, sementara lahan pekerjaan bagi para korban tidak memiliki titik terang sehingga untuk menafkahi keluargapun sulit.

“Saat ini kami hanya mampu berteduh di Hunian Sementara (Huntara) sampai Hunian Tetap (Huntap) jadi. Tapi, sampai sekarang belum ada kepastian walau lokasinya sudah ditentukan namun pondasipun belum terpasang, selain itu kata pak bupati dulu ada bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari pemerintah, sehari sebesar Rp. 10 ribu per jiwa, akan tetapi selama satu tahun ini kami menerima hanya satu kali, itupun hanya satu bulan” katanya.

Terpisah, Camat Rajabasa, Sabtudin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Haul korban tsunami sudah dianjurkan untuk diselenggarakan bersama akan tetapi masyarakat meminta untuk diselenggarakan oleh masing-masing Desa, kemudian terkait bantuan Jadup, dirinya akan menindaklanjuti ke Dinas terkait.

“Lima desa yang melakukan houl terdiri dari Desa Sukaraja, Waymuli Induk, Waymuli Timur, Kunjir, dan Desa Tejang. Kami sudah mengusulkan untuk menyelenggarakan houlnya bersama tapi masyarakat lebih memilih melakukan di desa masing-masing. Sementara terkait Jadup itu melalui beberapa tahapan nanti saya akan pertanyakan kepada dinas di bidangnya,” katanya. (Arya/Rustam)

Share

BERITA TERBARU