Connect with us

Lampung Selatan

Pengungsi Erupsi GAK Di Pesisir Dapatkan Sembako Dari Pandu

Published

on

Hanuang.com – Pandu Kusuma Dewangsa (PKD) tak ingin berdiam diri melihat masyarakat Lampung Selatan terdampak wabah Covid-19 yang memukul sendi perekonomian.

Setelah sebelumnya Pedagang Pasar Jati Mulyo Jati Agung, kini giliran nelayan di Pesisir Rajabasa serta warga yang sempat mengungsi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dikunjunginya untuk berbagi Masker hingga Nasi kotak, Sabtu (11/04/2020) siang.

Pembagian masker dimulai dari Karet Kelurahan Kalianda, dilokasi tersebut Pandu bersama Timnya membagikan masker, Vit-C, Handsoap, Nasi Kotak serta sembako kepada para warga sekitar dan pengendara kendaraan.

Kemudian, pembagian dilanjutkan secara Mobile disepanjang jalan pesisir rajabasa dengan tujuan untuk menghindari kerumunan di satu titik.

Disela-sela aksi kemanusiaanya Pandu menyampaikan, ditengah wabah covid-19 ini tentu dampak perekonomian bagi masyarakat sangat dirasakan. Terlebih masyarakat yang jauh dari perkotaan sangat membutuhkan sekali perlengkapan kesehatan berupa Masker Sabun pembersih vitamin dan lainnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita masih bisa diberikan kesempatan untuk berbagi kepada masyarakat lamsel khususnya di pesisir rajabasa. Apalagi, sama-sama kita ketahui, semalam mereka kembali menjadi dampak Debu Vulkanik GAK hingga ada yang mengalami sesak nafas dan itu sangat membutuhkan Masker. Apalagi mereka masih mengalami trauma akan kejadian Bencana Tsunami beberapa waktu lalu, sampai mereka kembali mengungsi semalam,” terang Pandu.

Pandu menyampaikan, semoga wabah virus corona ini segera berakhir, terlebih menjelang bulan Suci Ramadhan. Ia juga meminta kepada para warga pesisir rajabasa agar untuk tetap tenang dan waspada, meski GAK kembali erupsi. Tak lupa ia juga menghimbau agar mengikuti anjuran pemerintah dan menerapkan pola hidup sehat.

“Wabah ini sangat berdampak bagi kita semua, terutama bagi para warga yang berpenghasilan harian. Semoga mereka semua diberikan kesehatan dan keselamatan agar tetap bisa mencari nafkah bagi keluarga. Serta Semoga menjelang datangnya bulan suci ramadhan wabah ini segera berakhir dan kita semua dijauhkan dari musibah-musibah yang tidalnkita inginkan. Aamiin ya Rabbal Allamin,” harap Pandu.

Diakhir Safarinya, Pengusaha muda ini juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga dan sanak saudaranya di kediaman Lamban Balak Keratuan Darah Putih desa Kuripan Kecamatan Penengahan Lamsel. Sekaligus menyerahkan ratusan sembako yang akam dibagikan kepada warga sekitar.

Hadir mendampingi kegiatan tersebut, Tim Relawan Gabungan Pandu Kusuma Dewangsa,
Aqrobin. AM/LSM Pro Rakyat, Muslim Karim Tokoh Masyarakat, Nursyamsi HZ/Akademisi, Merik Hafit, SH/LBH Sabusel, Muslihun Amin/Front Pembela Merah Putih, Udi/Tokoh Pemuda. (Arya)

 2,539 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Dua ABG Spesialis Pencuri Ratusan Ekor Ayam Dibekuk Polsek Kalianda

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Polsek Kalianda berhasil mengungkap 2 (dua) orang Anak Baru Gede (ABG) pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib di desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kedua pelaku yang masih ABG ini yakni, SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lamsel ini ditangkap karena sebelnya diduga telah melakukan pencurian 153 ekor ayam, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib di Dusun Kubu Panglima Desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakup, SPd mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Selasa (3/8/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua remaja yakni SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib didesa Merak. Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Keduanya ditangkap lantaran sebelumnya, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib telah melakukan pencurian 153 ekor ayam didusun Kubu Panglima desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.”Tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya keduanya bermula pada, Senin 19 Juli 2021, sekitar pukul 01.00 wib, di kandang Ayam Usaha Jaya Dusun Sukamampir desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan ayam petelur sebanyak 153 ekor warna coklat yang dilakukan oleh pelaku.” ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara merusak pagar kawat, kemudian memanjat pagar kandang dan masuk selanjutnya para pelaku mengambil ayam petelur sebanyak 153 ekor, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 12.240.000,- (dua belas juta dua ratus empat puluh ribu rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalianda dan langsung ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim dan melakukan penangkapan kedua pelaku, Senin (20/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib, didesa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Saat ini kedua pelaku yang akan dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana, bersama barang buktinya berupa ayam petelur warna coklat sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ” Pungkasnya. (humas)

 618 total views,  618 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pasca Kebakaran Pasar Bakauheni, Pemkab Lamsel Siapkan Relokasi Kios Bagi Pedagang

Published

on

By

Hanuang.com – Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibatnya, seluruh bangunan dan 263 kios pedagang ludes dilahap si jago merah.

Atas kejadian tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta jajaran bergerak cepat memikirkan nasib pedagang Pasar Bakauheni yang kehilangan kiosnya.

Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi kios pedagang Pasar Bakauheni yang terkabar. Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali berjualan setelah kios mereka ludes terbakar.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Nanang Ermanto disela meninjau lokasi Pasar Bakauheni pasca kebakaran, Selasa pagi (3/8/2021).

Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajaran langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni.

Nanang menyatakan, selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan.

“Jarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni. Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat beritahu pedagang kalau pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka kembali berusaha,” kata Nanang. (kmf)

 625 total views,  625 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kemendagri Minta Pemda Cek Pemetaan Alokasi Bansos

Published

on

By

Hanuang.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar pemerintah daerah (Pemda) kembali mengecek pemetaan alokasi bantuan sosial (bansos) di wilayah masing-masing. Hal itu guna mencegah terjadinya kerentanan sosial akibat pandemi Covid-19.

Instruksi tersebut terungkap dalam rapat sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait penerapan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4 pada beberapa wilayah kabupaten/kota di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang mengikuti kegiatan itu secara virtual dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat.

Nampak mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, Staf Ahli Bidang Keuangan Lampung Selatan, Akar Wibowo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto, mengatakan, pemerintah daerah dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran Untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dalam Inmendagri telah disebutkan bagaimana tata cara pemerintah daerah bisa memberikan bansos. Jadi tidak lagi berbasis pada aturan tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Ardian, Dinas Sosial beserta stakeholder terkait harus melakukan pemetaan alokasi bansos, guna mencegah munculnya potensi-potensi kerentanan sosial akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi.

“Mengenai bansos ini kacamata kita jangan hanya terbatas pada data DTKS, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Lakukan pemetaan sosial, bansos ini yang paling penting dari kacamata kami adalah tepat sasaran,” ungkapnya lebih lanjut.

Ardian berharap, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Jajaran Pemerintahan terkait dapat saling bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, guna mencegah kemungkinan munculnya masyarakat yang terdampak dari Covid-19. (ptm)

 630 total views,  630 views today

Continue Reading

Trending Topic