Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Niat Cari Makan Berujung Maut, Pria 28 Tahun Tewas Tersambar Kereta di Bumi Manti
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Bandar LampungPeristiwa

Niat Cari Makan Berujung Maut, Pria 28 Tahun Tewas Tersambar Kereta di Bumi Manti

redaksi
Last updated: 8 September 2026 17:41
redaksi
1 bulan ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Suasana malam di perlintasan Jalan Bumi Manti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, mendadak berubah menjadi duka. Seorang pria berinisial D (28) tewas setelah tersambar kereta api penumpang di JPL 13, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban bersama dua rekannya, Richard Maulana dan Yean Pratama, tengah berjalan kaki menuju kawasan Masjid Ar Raudhoh untuk mencari makanan.

Ketiganya diketahui berjalan bersama dan hendak melintasi jalur kereta api. Namun, kedua rekan korban telah lebih dahulu menyeberangi rel, sementara D berada di posisi paling belakang.

Pada saat itulah, korban diduga sedang menerima panggilan telepon melalui telepon selulernya.

Tanpa disadari, sebuah kereta api penumpang melaju dari arah utara. Diduga tidak mengetahui kedatangan kereta, korban kemudian tersambar hingga tubuhnya terpental sekitar lima meter dari titik kejadian.

Warga dan petugas yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian memberikan laporan kepada pihak kepolisian. Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Namun, nyawa D tidak berhasil diselamatkan.

Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tertabrak kereta api.

“Korban saat itu bersama dua rekannya hendak makan. Saat melintasi rel, korban berada paling belakang dan diduga sedang menerima panggilan telepon,” kata Ono.

Polisi belum menyimpulkan secara final penyebab kecelakaan tersebut. Sejumlah bahan keterangan masih dikumpulkan, termasuk kondisi lingkungan di sekitar perlintasan saat kejadian.

Ono juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika berada di sekitar jalur kereta api. Aktivitas menggunakan telepon seluler saat melintasi rel dinilai berpotensi mengurangi konsentrasi seseorang terhadap kondisi di sekitarnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika melintasi rel. Jangan menggunakan telepon atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi. Pastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas,” ujarnya.

Petugas juga masih memonitor kondisi di sekitar JPL 13, termasuk situasi lingkungan dan tingkat suara di area perlintasan saat kejadian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kronologi kecelakaan secara lebih menyeluruh.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur kereta api merupakan kawasan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Beberapa detik kehilangan konsentrasi di sekitar rel dapat berujung pada akibat yang tidak dapat dikembalikan. (Arya)

TAGGED:Bandar LampungPeristiwa
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Dua Kali Mangkir, Pria di Pringsewu Dijemput Paksa Polisi, Diduga Gelapkan Truk Rp539 Juta
Next Article Aktivitas Anak Krakatau Mereda, Sekolah di Lampung Kembali Tatap Muka Mulai Besok
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polda Lampung rekontruksi pembunuhan 4 Orang Yang Dikubur Dalam Septic Tank dan di Kebun Jagung
Berkas Lengkap, Kelima Tersangka Kasus Mafia Tanah di Lamsel Segera Disidangkan
Antisipasi Balap Liar Serta Geng Motor, Ops Keselamatan Krakatau Lakukan Hunting dan Patroli
Polda Lampung Tahan Tersangka Dugaan Penghentian Ibadah di GKKD
Tingginya Curah Hujan, Desa Rangai & Tarahan Terendam Banjir
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?