Connect with us

Lampung Selatan

Mulai Mesra, TEC Kembali Silaturahmi Ke PCNU & MWCNU Lamsel

Published

on

Hanuang.com – H. Tony Eka Candra (TEC) yang juga Mustasyar PWNU Lampung kembali menghadiri acara silaturahmi bersama Tokoh-Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Se-Lampung Selatan yang dipusatkan di Kecamatan Kalianda Kabupaten setempat, Rabu (1/7/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PWNU Lampung Drs. H. Aryanto Munawar, Mustasyar PCNU Lampung Selatan yakni KH. Hamim Fadhil, beserta KH. Tarmuji Almursyid, KH.Muhammad Sadeli, dan KH. Hasbullah Almursyid.

Hadir juga Rais Syuriah PCNU Lampung Selatan Yakni KH. Ahmad Isomudin beserta KH. Imam Mas’ud Almursyid, KH. Endang Ahmad Arif, KH. Hasbullah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Selatan KH. Nur Mahfudz beserta jajaran PCNU Lampung Selatan, serta hadir juga lengkap para Mustasyar, Rais Syuriah, dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Selatan KH. Nur Mahfudz mengatakan, pertemuan antara Pengurus PCNU Lampung Selatan dengan H. Tony Eka Candra yang juga Mustasyar PWNU Lampung merupakan pertemuan yang ketiga kalinya.

“Pertama di Kantor PCNU Lampung Selatan pasca mendaftarkan diri maju sebagai Bakal Calon Bupati Lampung Selatan, kemudian saat melaksanakan Reses DPRD Provinsi Lampung bersama Pengurus PCNU dan MWCNU Kecamatan Se-Lampung Selatan, dan pertemuan pada hari ini,” ujar Kyai Nur Mahfudz.

KH. Nur Mahfudz mengaku bangga dan bersyukur dalam Pilkada 2020 mendatang Keluarga Besar Nahdlatul Ulama yakni H. Tony Eka Candra (TEC) akan maju sebagai Calon Bupati Kabupaten Lampung Selatan.

“Alhamdulillah, ditengah tengah kita kembali hadir, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang kini menjabat sebagai salah satu Mustasyar PWNU Lampung Bapak H. Tony Eka Candra (TEC), yang akan maju menjadi Calon Bupati Lampung Selatan 2020 mendatang. Sebagai Keluarga Besar NU tentunya kita patut bangga dan senantiasa bersyukur, bahwa ini adalah kewajiban kita semua untuk mendo’akan dan mendukung beliau (Tony. red) agar terpilih dan menjadi Bupati Lampung Selatan Periode 2021-2026 dalam rangka menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai Kabupaten yang maju, makmur dan sejahtera,” ucap KH. Nur Mahfudz.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris PWNU Provinsi Lampung Drs. H. Aryanto Munawar, dalam sambutannya menegaskan, tidak boleh ada keraguan bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendukung dan memilih H. Tony Eka Candra (TEC) sebagai Bupati Lampung Selatan kedepan.

“Beliau (Tony. red) adalah kader NU tulen, baik secara nasab, kultural maupun struktural. Secara struktural TEC berkali-kali menjadi Mustasyar PWNU Lampung, dan secara nasab dan kultural beliau adalah keturunan dari salah seorang pendiri NU yang berasal dari Pondok Pesantren Roudhotul Muttaqin Mojokerto Jawa Timur,” ujar Ary.

Mantan Anggota DPR-RI inipun berpesan, kepada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) khususnya di Kabupaten Lampung Selatan untuk menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan TEC dalam rangka meneguhkan tekadnya menjadikan Kabupaten Lampung Selatan menjadi Kabupaten termaju di Provinsi Lampung.

Sementara TEC menyambut hangat dan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas undangan silaturahmi yang disampaikan Keluarga Besar Pengurus PCNU Lampung Selatan kepada dirinya yang akan maju menjadi Calon Bupati dalam Pilkada Lampung Selatan 2020 mendatang.

Bakal Calon Bupati Lampung Selatan ini mengungkapkan, dengan adanya do’a dan dukungan dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, memberikan kontribusi, motivasi dan semangat juang yang besar baginya untuk terus berikhtiar maju menjadi Bupati Lampung Selatan kedepan.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya siap untuk menghibahkan waktu, pikiran dan tenaga, serta memberikan pengabdian terbaik untuk Kabupaten Lampung Selatan. Insya Allah apabila ini takdir saya terpilih pada Pilkada Kabupaten Lampung Selatan 9 Desember 2020 mendatang, bersama seluruh elemen masyarakat, saya bertekad menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai Kabupaten ‘termaju’ di Provinsi Lampung yang Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera, Berkeadilan, Berdaya saing, dan Bermartabat,” pungkas TEC. (*)

 2,156 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Dua ABG Spesialis Pencuri Ratusan Ekor Ayam Dibekuk Polsek Kalianda

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Polsek Kalianda berhasil mengungkap 2 (dua) orang Anak Baru Gede (ABG) pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib di desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kedua pelaku yang masih ABG ini yakni, SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lamsel ini ditangkap karena sebelnya diduga telah melakukan pencurian 153 ekor ayam, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib di Dusun Kubu Panglima Desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakup, SPd mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Selasa (3/8/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua remaja yakni SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib didesa Merak. Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Keduanya ditangkap lantaran sebelumnya, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib telah melakukan pencurian 153 ekor ayam didusun Kubu Panglima desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.”Tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya keduanya bermula pada, Senin 19 Juli 2021, sekitar pukul 01.00 wib, di kandang Ayam Usaha Jaya Dusun Sukamampir desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan ayam petelur sebanyak 153 ekor warna coklat yang dilakukan oleh pelaku.” ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara merusak pagar kawat, kemudian memanjat pagar kandang dan masuk selanjutnya para pelaku mengambil ayam petelur sebanyak 153 ekor, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 12.240.000,- (dua belas juta dua ratus empat puluh ribu rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalianda dan langsung ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim dan melakukan penangkapan kedua pelaku, Senin (20/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib, didesa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Saat ini kedua pelaku yang akan dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana, bersama barang buktinya berupa ayam petelur warna coklat sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ” Pungkasnya. (humas)

 579 total views,  579 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pasca Kebakaran Pasar Bakauheni, Pemkab Lamsel Siapkan Relokasi Kios Bagi Pedagang

Published

on

By

Hanuang.com – Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibatnya, seluruh bangunan dan 263 kios pedagang ludes dilahap si jago merah.

Atas kejadian tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta jajaran bergerak cepat memikirkan nasib pedagang Pasar Bakauheni yang kehilangan kiosnya.

Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi kios pedagang Pasar Bakauheni yang terkabar. Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali berjualan setelah kios mereka ludes terbakar.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Nanang Ermanto disela meninjau lokasi Pasar Bakauheni pasca kebakaran, Selasa pagi (3/8/2021).

Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajaran langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni.

Nanang menyatakan, selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan.

“Jarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni. Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat beritahu pedagang kalau pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka kembali berusaha,” kata Nanang. (kmf)

 586 total views,  586 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kemendagri Minta Pemda Cek Pemetaan Alokasi Bansos

Published

on

By

Hanuang.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar pemerintah daerah (Pemda) kembali mengecek pemetaan alokasi bantuan sosial (bansos) di wilayah masing-masing. Hal itu guna mencegah terjadinya kerentanan sosial akibat pandemi Covid-19.

Instruksi tersebut terungkap dalam rapat sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait penerapan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4 pada beberapa wilayah kabupaten/kota di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang mengikuti kegiatan itu secara virtual dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat.

Nampak mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, Staf Ahli Bidang Keuangan Lampung Selatan, Akar Wibowo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto, mengatakan, pemerintah daerah dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran Untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dalam Inmendagri telah disebutkan bagaimana tata cara pemerintah daerah bisa memberikan bansos. Jadi tidak lagi berbasis pada aturan tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Ardian, Dinas Sosial beserta stakeholder terkait harus melakukan pemetaan alokasi bansos, guna mencegah munculnya potensi-potensi kerentanan sosial akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi.

“Mengenai bansos ini kacamata kita jangan hanya terbatas pada data DTKS, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Lakukan pemetaan sosial, bansos ini yang paling penting dari kacamata kami adalah tepat sasaran,” ungkapnya lebih lanjut.

Ardian berharap, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Jajaran Pemerintahan terkait dapat saling bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, guna mencegah kemungkinan munculnya masyarakat yang terdampak dari Covid-19. (ptm)

 591 total views,  591 views today

Continue Reading

Trending Topic