Connect with us

Lampung Selatan

Komisi IV DPR RI Janji Dengan Masyarakat Sebesi Akan Cabut Izin PT. LIP

Published

on

Hanuang.com – Pelaksana tugas (Plt)  Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto berharap, kehadiran Komisi IV DPR RI beserta jajaran di Lampung Selatan dapat memberikan solusi terkait persoalan Kapal Tongkang yang akan melakukan penyedotan pasir laut disekitar Anak Gunung Krakatau.

Hal itu diungkapkan Nanang saat memberikan sambutan pada acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI beserta rombongan untuk berdiskusi dengan Warga Tejang Pulau Sabesi, di Aula Rumah Dinas Bupati pada Jum’at, (13/09/19).

Seperti diketahui, belum lama ini, masyarakat Desa Tejang Pulau Sabesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan dibuat resah dengan hadirnya kapal tongkang penyedot pasir untuk beraktivitas disekitaran Anak Gunung Krakatau.

Masyarakat Desa Tejang Pulau Sabesi maupun masyarakt pesisir Kecamatan Rajabasa trauma dengan peristiwa tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 yang lalu, dimana tsunami yang terjadi diakibatkan longsoran Anak Gunung Krakatau.

Dengan adanya rencana aktivitas penyedotan pasir disekitar Anak Gunung Krakatau, secara otomatis telah membangkitkan rasa trauma warga Pulau Sebesai maupun warga pesisir lainnya akan adanya ancaman tsunami berikutnya.

“Untuk itu, atas nama pemerintah Kabupaten Lampung Selatan beserta masyarakat, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anggota DPR RI komisi IV, juga dari Kementerian terkait yang telah perduli dengan persoalan yang kami hadapi. Kehadiran Kapal Tongkang penyedot pasir di sekitaran Anak Gunung Krakatau telah begitu meresahkan” ungkap Nanang.

“Kami berharap, kehadiran Komisi IV DPR RI beserta jajaran dapat memberi rasa nyaman, dapat menghilangkan trauma yang ada pada warga kami dengan adanya tsunami yang diakibatkan longsornya Anak Gunung Krakatau” ujar Nanang.

Sementara itu, 3 (tiga) orang perwakilan warga Tejang Pulau Sabesi, Kecamatan Rajabasa, Topik, Rahmatullah dan Umar Krakatau, dalam dialognya sepakat menolak kehadiran Kapal Tongkang yang akan beraktivitas melakukan penyedotan pasir di sekitaran Anak Gunung Krakatau.
“Kami menolak secara tegas kehadiran kapal tongkang penyedot pasir di sekitaran Anak Gunung Krakatau, sekalipun kami sudah pernah dikumpulkan oleh pihak perusahaan untuk sosialisasi,” ungkap Topik.

“Kami meminta agar Bapak-bapak dapat mencabut ijin penambangan pasir di sekitar Anak Gunung Krakatau,”ungkap Topik lagi.

Sementara itu, menjawab harapan warga Tejang Pulau Sabesi, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo memastikan, kapal tongkang penyedot pasir disekitaran Anak Gunung Krakatau yang telah meresahkan warga tidak akan beroperasi lagi. Bahkan, dihadapan warga Tejang Pulau Sabesi, Edhy Prabowo berjanji akan memberikan bantuan berupa perahu nelayan maupun bantuan pertanian.

“Kami hadir disini atas panggilan warga Pulau sebesi melalui Pak Sudin. Bapak-bapak sangat peduki dengan lingkungan. Pak Sudin marah kepada kementerian, terkait adanya kapal penyedot pasir di GAK. Pak Sudin meminta kami komisi IV untuk turun kesini melihat langsung kondisi Kapal penyedot pasir dan dampaknya kepada warga Pulau sebesi,” ungkap Edhy.

“Jika surat izinnya dicabut dan kapal tersebut masih beroperasi, Komisi IV DPR RI Merekomendasikan untuk mengambil tindakan hukum,” kata Edhy lagi.

“Sekarang ini yang harus diperhatikan bagaimana kehidupan masyarakat pulau sebesi. Saya minta kepada Pak Bupati menginventarisir kebutuhan masyarakat, baik sektor nelayan maupun pertaniannya” ujar Edhy.

“Silahkan masyarakat buat kelompok, ajukan permohonan kapal. Saya pastikan akan ada bantuan kapal minimal 5 kapal. Untuk tanam tumbuhnya, silahkan apa yang dibutuhkan, ajukan ke kami nanti kami salurkan tanamannya,” katanya.

Dirjen daerah Pesisir Kementerian Kelautan, Brahmantia setia murti Purwadi menjelaskan, izin usaha pertambangan pasir di GAK telah terbit pada tahun 2015 lalu. Seharusnya, sebelum izin tersebut dikeluarkan, pemerintah provinsi harus mengedepankan Undang-Undang Pesisir dan Pulau-pulau kecil dimana syaratnya harus ada izin lokasi.

“izin pertambangan pasir di GAK itu kan ada dua izin, yakni izin terkait Wilayah Perikanan Tangkap dan izin Konservasi. Ini kan sampai 2020. Makanya saya minta untuk memperhatikan izin Perikanan Tangkap dan izin Konservasi,” kata Brahmantia lagi.

Dalam diskusi yang berlangsung cukup hangat tersebut, turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo,MM.,MBA, beserta anggota, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Ir. Wiratno, M.Sc, Dirjen Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Drs. Rasio Ridhosani, M.CAM.,MPM, Direktur Pemantuan dan Operasi Armada, Ir. Suharta, M.Si, Satgas 115 Direktur Operasi, Laksamana TNI Kisdiyanto, Dirjen Pengelolaan PRI KKP, Brahmantia Satyamurti Poerwani, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ningrum Gumay, SH.,MH.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, hadir dalam kegiatan tersebut, Komisi IV DPR RI, Ketua dan anggota DPRD Provinsi Lampung, Ketua DPRD Lamsel, Kapolres, Dandim, beserta lainnya. (Arya)

 2,688 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Selama Ramadhan, Divisi Sosial GML Indonesia Bantu Korban NTT dan Santuni Anak Yatim

Published

on

By

Hanuang.com – Divisi Sosial Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Indonesia, menggelar dua kegiatan sekaligus selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

adapun dua kegiatan tersebut yakni pertama, mengadakan penggalangan donasi dalam membantu para korban Bencana Alam di NTT/NTB.

“Kegiatan digelar di beberapa titik di Lamsel, mulai dari tanggal 19 sampai 25 April kemarin” ujar Ustad Ahmad Sopyan, selaku Ketua Divisi Sosial GML Indonesia.

“Alhamdulillah terkumpul sejumlah dana dari masyarakat Lampung Selatan dan Alhamdulillah telah disalurkan kepada yayasan Insan Tara dan telah sampai ke NTT dan NTB. Masyarakat NTT dan NTB mengucapkan terima kasih kepada DPP GML Indonesia Divisi Sosial dan masyarakat se-Lampung” bebernya, Selasa, (11/05/21).

sedangkan giat yang kedua yakni, pemberian santunan terhadap yatim dan pakir dan sebanyak 30 orang dan kaum duafa 20 orang.

Diketahui bahwa pemberian santunan dilaksanakan di yayasan pondok Pesantren Nurul Huda AZ-DZikri, Dusun Lebung Buluh, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

desa merak belantung pimpinan bpk ust Ahmad sopyan sekaligus sebagai ketua divisi sosial ormas DPP GML.

“Dananya dikumpulkan dari berbagai sumber, baik pemerintah maupun para dermawan, yang dikumpulkan kurang lebih selama 10 hari dan Alhamdulillah, tepatnya pada hari Senin (10/05) telah disalurkan kepada yang berhak menerimanya yakni anak” tutupnya. (Arya)

 617 total views,  51 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kodim Lamsel Salurkan Zakat Fitrah Kepada Warga Ponpes Beserta Panti Asuhan

Published

on

By

Hanuang.com – Dalam ibadah bulan suci Ramadhan 1442 H, selain menjalankan ibadah puasa umat muslim juga diwajibkan untuk membayar zakat fitrah, untuk disalurkan pada masyarakat tidak mampu sesuai dengan ketentuan dalam ajaran agama Islam.

Kodim 0421/LS, pada rangkaian kegiatan ibadah di bulan suci ramadhan jelang hari lebaran, menyalurkan zakat fitrah terhadap warga pondok pesantren dan panti asuhan yang digelar di Masjid Al-amanah Kodim setempat, Selasa, (11/05/21).

Hadir dalam giat tersebut, Kapten Inf. Nurdin (pasi Ter), Kapten Czi Mistry Pakar R (pasi inteldim 0421/LS), Kapten Chb Agus Masgus (Pasi Log Dim 0421/LS, Kapten Inf Ujang (Pasipersdim 0421/LS), Letda Inf Tatang (Dan unit inteldim 0421/LS), Perwakilan masyarakat dari pondok pesantren dan juga panti asuhan.

“Zakat Fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap orang Islam pada saat menjelang Idul Fitri, hal ini bertujuan untuk fitrah bagi dirinya sendiri dan diberikan kepada orang orang yang berada dalam tanggungannya, karena keutamaan zakat fitrah bagi mereka yang berpuasa adalah mampu membersihkan diri dari dosa, serta penyempurna ibadah puasa yang sudah dilakukan selama satu bulan penuh” jelas Kapten INF Ujang Herudin.

“Pembagian zakat dibagikan ke masyarakat, Panti asuhan dan juga Pondok pesantren yang berada di Wilayah Kodim 0421/LS, diperuntukkan bagi yang berhak menerima zakat tersebut, kami berharap dengan penyaluran zakat fitrah ini semoga dapat membawa barokah bagi anggota Kodim 0421/LS dengan Masyarakat yang di wilayah teritorial Kodim 0421/LS, bagi warga yang berhak menerimanya” tutupnya. (*)

 624 total views,  50 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Aparat Gabungan di Pos Screening Tugu Garuda Terus Lakukan Pemeriksaan Terhadap Pemudik

Published

on

By

Hanuang.com – POS SCREENING Tugu Pengantin/Tugu Garuda, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, sebagai tempat dilakukannya kegiatan pemeriksaan penyekatan kendaraan bagi para pemudik lebaran 1442 H.

Adapun personil gabungan tersebut yakni dari satuan Koramil 421-02/Gedong Tataan, Polres Pesawaran, Dinas perhubungan Pesawaran, Satuan Pol PP Pesawaran, Dinas Kesehatan, serta Dinas BPBD Pesawaran, Senin, (10/05/21).

Sebelumnya semua personil yang terlibat pada kegiatan itu melakukan apel kesiapan personil maupun materil yang digunakan di lapangan.

Usai melakukan apel kesiapan, selanjutnya para personil gabungan tersebut melakukan pemeriksaan dan penyekatan secara selektif bagi kendaraan pemudik yang melintas di Tugu Pengantin/Tugu Garuda gedong tataan pesawaran dan petugas gabungan melakukan penjagaan disekitar lokasi.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi pemudik dari luar pulau yang berpotensi meningkatkan penyebaran virus Covid-19 diwilayah kabupaten pesawaran Provinsi Lampung.

“Selama melakukan kegiatan ini didapati ada beberapa orang pemudik dari luar lampung, yang melintas di pos pantau atau pos penyekatan Tugu Pengantin/pos Tugu Garuda menuju Pringsewu yang kedapatan tidak bisa menunjukan surat Rapid kepada petugas yang bertugas di Pos SCREENING, dan kami memberikan teguran secara lisan, agar para pemudik tetap memperhatikan protokol kesehatan” ujar Pelda Yunisman.

“Kita semua para petugas memberikan tindakan disiplin berupa push up, diharapkan nantinya bagi para pemudik yang tidak membawa rapid dan tidak memakai masker untuk tidak melanggar dalam mematuhi protokol kesehatan” ujarnya.

“Titik penyekatan terdapat juga di dua kecamatan yang ada di Bumi Andan Jejama antara lain Kecamatan tegineneng dan Kecamatan teluk pandan dan untuk pos penyekatan yang ada di tugu pengantin Gedong Tataan Pesawaran mulai beroperasi sejak hari Senin tanggal 26 April 2021 hingga selesai” tutupnya. (*)

 1,695 total views,  50 views today

Continue Reading

Trending Topic