Connect with us

Lampung Selatan

Karang Taruna VS Pendamping Desa, Ini Klarifikasi Dari Dinas PMD Lamsel, Berakhir Damai

Published

on

Hanuang.com – Terkait adanya miskomunikasi antara pendamping desa dengan pemuda Karang Taruna tentang anggaran dana desa, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) berikan klarifikasi, Senin, (25/11/19).

Klarifikasi yang dijelaskan di Dinas setempat tersebut, dihadiri langsung oleh anggota Karang Taruna dan pendamping desa yang sedang berseteru terkait aturan penggunaan DD yang jelas.

Rohadian, selaku Kadis PMD Lamsel menjelaskan bahwa pemuda merupakan salah satu generasi yang andil dalam mensukseskan pembangunan.

“Saya ini mantan aktivis juga, jadi saya tahu persis konteks generasi muda dalam pembangunan, jadi tidak salah juga pemerintah mengakomodir pemuda dalam berkarya. Mungkin kemaren salah pemahaman dan saya tidak mencari mana yang salah dan benar tapi disini kita mencari solusi” jelasnya.

“Pemuda juga ada regulasinya, jadi tidak salah pemuda ini menggunakan dana desa, kita support karang taruna bagus, dalam Pasal 15 ayat 1 bidang pemberdayaan masyarakat juga dijelaskan kok” tambahnya.

Menurutnya, kesalahan tersebut ada pada teknis dan mekanismenya, seperti jika ada kegiatan dibeberapa desa, harus dimulai dari perencanaan mulai dari MAD (Musyawarah Antar Desa).

“Saya mohon maaf jika kemarin ada pendamping desa mengatakan anggarannya ada di Dinas Sosial, ya tidak begitu juga, kita ambil hikmahnya saja dari kesalahan tersebut” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Supriyadi selaku Tenaga Ahli PMD Lamsel menjelaskan bahwa proses kegiatan harus melalui swakelola, agar tidak terkesan pihak ketiga yang maju dan membackup.

“Saya perjelas dana desa itu harus dilakukan secara swakelola yang melibatkan Pemerintahan desa sesuai aturan yang ada dan mengikat, jadi tidak melanggar regulasi, idealnya pelatihan kolektif itu sudah direncanakan sejak awal dan disepakati”

Erdiyansyah, selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lamsel, menjelaskan bahwa anggotanya menjelaskan senang akan kajian, jadi jika ada hal seperti seharusnya dikaji dan didebatkan untuk mencari solusi.

“Jika ada hal yang kurang pas tolong didiskusikan kepada kami, dan dijelaskan jika ada kesalahannya, bukan ditakut-takuti dan setau kami karang taruna ada didalam aturan yang telah dijelaskan. Kita juga ingin merubah mindset agar Karang Taruna yang merupakan regenerasi pemuda agar diberdayakan, dan bukan hanya saat 17 Agustus saja” pungkas Erdiyansyah.

Terpisah Randi Fatra selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Kalianda, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan perangkat desa yakni Kepala Desa, hanya saja ada kesalahan yakni tidak membuat rincian dan catatan yang bersifat tertulis.

“Kami mengundang pendamping desa yakni agar mengajarkan para pemuda dari perwakilan desa tentang tata cara penyusunan laporan dan pembuatan RAB, tapi ternyata saat di lokasi keluar dari konteks yang ada, yang saya bingung ini apakah ada dendam pribadi antara narasumber dengan kami selaku panitia, karena seolah menyudutkan kami” jelas Randi.

Ditempat yang sama, Purwatina selaku Pendamping Desa Korcam Kalianda, dirinya menjelaskan bahwa materi apa yang disampaikan dalam kegiatan belum selesai dan terpotong oleh waktu.

“Saya ini pendamping desa, bukan untuk mencelakakan kawan-kawan karang taruna, karena jika ada sedikit kesalahan di desa, maka kami yang akan disalahkan dan berimbas kepada kami, saya sebenernya waktu itu greget, jangan seperti yang dulu-dulu, karena kemarin itu saya lihat acara terkesan mendadak dan persiapan belum matang, saya ingin karang taruna ini jangan hanya duduk manis saja maksudnya” tegas Tina sapaan akrabnya.

“Ini juga koreksi saya, saya juga mohon maaf kepada teman-teman karang taruna semua, maksud saya konsep masih mentah itu, dalam artian sebelum acara seharusnya sudah disusun dan terstruktur karena peserta yang hadir bukan hanya dari desa setempat, melainkan dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Kalianda, jika terkait aturan memang ada, tapi itu untuk Karang Taruna yang di Desa, terlepas dari itu semua, kepada teman-teman saya mohon maaf, dan tidak diperpanjang” tambahnya.

Syahrizal selaku Ketua Karang Taruna Fajar Muda, Desa Pauh Tanjung Iman, menjelaskan bahwa pihak panitia bukan terkesan tidak siap, melainkan ada beberapa faktor yang terjadi sejak dahulu di Desanya.

“Jaman pemerintahan Kades sebelumnya kami tidak pernah dilibatkan, bahkan kami sendiri tidak tahu siapa pendamping desa kami, jadi wajar jika terjadi miskomunikasi seperti ini, susah sekali mengumpulkan pemuda dari 4 dusun yang ada, butuh perjuangan, terkadang saya harus merogoh kocek sendiri” beber Syahrizal.

Ketua pelaksana kegiatan Kepemudaan, Mukhlisin, menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar sesuai tufoksi bahkan menghadirkan narasumber yang cukup berkompeten.

“Disini peserta kami tidak mendapatkan pembelajaran, malahan sepertinya kami dikritisi dan seolah salah dan tidak sesuai tugas dan fungsi saat waktu mengisi materi tersebut, tidak seharunya seperti itu, dan menurut saya tidak pas seperti dalam forum itu” bebernya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Kadis PMD Lamsel menjelaskan bahwa manusia itu tempatnya salah dan dosa, serta tidak sempurna dan berakhir dengan saling memaafkan, serta kedepannya pihak Karang Taruna dan Pendamping Desa akan siap saling membantu jika ada kegiatan yang melibatkan keduanya. (Arya)

 4,776 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Jelang Pilkades Serentak 2021, Desa Palas Aji Gelar Simulasi

Published

on

By

Hanuang.com – Desa Palas Aji Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar simulasi dan sosialisasi Pilkades serentak tahun 2021.

Hadir dalam giat tersebut, Pj. Kades Palas Aji Gusfatriansyah, Ketua BPD Palas Aji, Yopi Yoning, Ketua Panitia Pilkades, Ariyanto, Babinsa desa Palas Aji, Sertu Subur, dan para panitia.

“Diharapkan untuk semua anggota panitia Pilkades menjunjung tinggi netralitas, jangan melakukan sebuah kesalahan ataupun dalam bentuk kecurangan” ujar Ketua Panitia, Sabtu, (23/10/21).

“Bagi para saksi agar melakukan test antigen tidak boleh diwakilkan harus yang bersangkutan langsung” tambahnya.

Dirinya juga berharap agar para calon tidak melakukan kegiatan money politik dalam Pilkades serentak 2021. (*)

 1,285 total views,  1,285 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Dua Orang Bandar Togel di Kalianda Diamankan Polisi

Published

on

By

Hanuang.com – Satuan Reskrim Polres Lampung Selatan (Lamsel), berhasil mengamankan AR (29) warga Dusun Lembur, Desa Merak Belantung, dan ER (36) warga Dusun Serdang, Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, Lamsel, Kamis (21/10/2021).

Penangkapan terhadap AR, dan ER dilakukan petugas lantaran diduga telah melakukan/mengedarkan/menjual kupon Toto Gelap (Togel) diwilayah kota Kalianda dan sekitarnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, Tim Sat Reskrim Polres Lamsel yang dipimpin oleh Kanit Jatanras Polres Lamsel, Ipda Imam Farid juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa, Uang sebesar Rp. 180.000.

Selain itu turut diamankan juga 2 buah buku berisikan rekapan pasangan Togel, 2 Unit Handphone Android Merek Samsung dan Oppo, 7 lembar potongan berisikan angka-angka pasangan togel, dan 1 buah nota berisikan angka-angka pasangan Togel.

Kasatreskrim Polres Lamsel, AKP. Hendra Saputra, SH.MH mewakili Kapolres Lamsel, AKBP Edwin, SIK,SH,MSi, membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang yang diduga sebagai bandar Togel bersama sejumlah barang buktinya.

Penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut bermula informasi yang diterima dari masyarakat tentang adanya peredaran/penjualan kupon Togel yang dilakukan oleh kedua pelaku, berbekal dari informasi tersebut pihaknya melakukan penyelidikan dan selanjutnya melakukan penangkapan.

“Setelah mendapatkan informasi, kemudian pihaknya melakukan penangkapan kepada kedua pelaku bersama BB” ujarnya, Jum’at, (22/10/21).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun. Saat ini kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUH Pidana. (Humas)

 3,327 total views,  2,221 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kapolda Lampung, Kapolres Lamsel dan KSKP Bakauheni Terima Penghargaan Dari KLHK-RI

Published

on

By

Hanuang.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI), melalui Ditjen Gakum KLHK – RI, memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs. Hendro Sugiatno, MM, Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Edwin, SH, SIK, MSi dan Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Lampung Selatan, Rhido Rafika, SH, MM beserta anggota, atas peran aktif melakukan penegakkan hukum, terhadap kejahatan keanekaragaman hayati di Provinsi Lampung.

Kegiatan pemberian penghargaan yang berlangsung di Aula Mapolres Lampung Selatan dengan memperhatikan prinsip Protokol Kesehatan (Prokes) pada Jumat ( 22/10/2021) tersebut, dihadiri langsung oleh Dirjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Rasio Rhido Sani, S. Si, M. Com, MPM, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, SE, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dan Ketua DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi.

Turut hadir dilokasi, menyaksikan prosesi pemberian penghargaan atas prestasi pengungkapan kasus tindak pidana penyelundupan organ tubuh hewan dilindungi, oleh KLHK – RI kepada Korps Bhanyangkara tersebut, Kepala Kejari Kalianda Lamsel Dwi Astuti Beniyati, SH, MH, Kalapas Kelas II A Kalianda, Lamsel Dr. Tetra Destorie Imantoro dan perwakilan Kodim 0421 Lamsel.

Dirjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Rasio Rhido Sani, S. Si, M. Com mengucapkan terimaksih kepada tamu undangan yang telah hadir.

“Pada kesempatan yang sangat penting hari ini, kita bersama-sama menghadiri acara pemberian penghargaan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, kepada Kapolda, Kapolres Lamsel, Kepala KSKP Bakauheni dan anggota” ujar Rasio Rhido Sani dalam sambutannya.

Dirjen Gakum KLHK RI itu memaparkan, Negara Indonesia memiliki sumber daya hayati yang sangat penting. Yaitu, satwa-satwa dan tumbuhan yang dilindungi.

Keberlangsungan dan sekaligus keberadaan satwa-satwa dan tumbuhan yang dilindungi bukan hanya menjadi perhatian khusus oleh Kementerian LHK RI. Namun juga menjadi perhatian khusus oleh berbagai kalangan, diantaranya Komisi IV DPR RI.

Dia menerangkan, mengapa hal tersbut, menjadi sangat penting? Sebab, keberadaan satwa dan tumbuhan dilindungi merupakan bagian penting. Sebagai, salah satu unggulan bangsa Indonesia. Dimana satwa-satwa dan tumbuhan eksotik yang dimiliki oleh Negara Indonesia itu, tidak banyak terdapat di negara lain. Hanya ada di Indonesia.

“Dan ancaman pembunuhan, terhadap satwa-satwa yang dilindungi ini merupakan kejahatan luar biasa. Kejahatan ini menjadi perhatian dunia. Setelah, Narkoba. Kemudian, perdagangan manusia. Kejahatan ini termasuk kejahatan terorganisir, dan masih terus terjadi setiap hari. Untuk itu, kami melihatnya bahwa kita harus menanganinya bersama-sama. Mengapa penanganan kejahatan pada satwa dilindungi ini sangat penting? Sebab, fungsi dan keberadaan satwa dilindungi ini sangat penting” terangnya.

Lebih lanjut Rasio Rhido Sani mengatakan, seringkali manusia sebagai mahluk sosial tidak menyadari, begitu pentingnya fungsi dari keberadaan satwa di lindungi tersebut. Ia mencontohkan, misalnya, burung elang. Keberadaanya, memiliki fungsi yang sangat besar. Sebagai predator tertinggi di rantai makanan.

Kehilangan burung elang, menyebabkan timbulnya hama-hama yang ada. Dan kondisi tersebut, sangat menggangu petani dan kehidupan yang lain.

Fungsi burung sangat penting, untuk menyebarkan biji-biji. Kehilangan burung akan sangat menggangu, kawasan-kawasan hutan di Indonesia. Begitu juga keberadaan satwa yang lainnya.

Atas kinerja kepolisian dalam pengungkapan kasus penyelundupan satwa liar yang dilindungi tersebut, yang dinilai sebagai sebuah torehan prestasi membanggakan oleh pemerintah. Pihak Kementerian Lingkungam Hidup dan Kehutanan RI memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs. Kapolres Lampung Selatan, Ka. KSKP Bakauheni Lampung Selatan.

“Sejauh ini kami melihat bahwa, kerjasama dan inisiatif yang terbangun sangat baik dengan pihak kepolisian, secara khusus kepada Kapolda Lampung, Kapolres Lamsel beserta jajaran KSKP Bakauheni Lamsel. Yang telah berhasil mengungkap kasus kejahatan terhadap satwa dilindungi” pungkasnya.

Usai pemberian penghargaan, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan RI beserta rombongan meninggalkan Mapolres Lampung Selatan. Di penghujung acara, Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs Hendro Sugiatno bersama Bupati Lampung Selatan dan Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosyadi, beserta Forkompinda Lamsel menutup kegiatan dengan peresmian Jl. Tantiya Sudhirajati di lingkungan Mapolres Lampung Selatan. (*)

 3,543 total views,  2,097 views today

Continue Reading

Trending Topic