Connect with us

Nasional

Kabaharkam Polri Jadi Narasumber di Workshop Bersertifikat ICRC & HFI tentang Pemulasaran Jenazah COVID-19

Published

on

Hanuang.com – Spripim Kabaharkam Polri – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, menjadi salah satu narasumber pada Workshop Bersertifikat ICRC & HFI ‘Kepakaran & Keterampilan dalam Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 yang disiarkan secara online, Rabu, 23 September 2020.

Dalam kesempatan ini, Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan materi tentang “Persoalan koordinasi dan pembelajaran dari kasus-kasus pemulasaran”.
Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, menanggapi berbagai isu terkait pemulasaran jenazah COVID-19, Kapolri telah mengeluarkan 2 (dua) petunjuk dan arahan (Jukrah) dalam bentuk Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Ops.2./2020 Tanggal 5 Juni 2020 dan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2189/VII/2020 Tanggal 26 Juli 2020 untuk mengantisipasi terjadinya konflik akibat pemulasaran jenazah COVID-19.

“Inti dari dua Jukrah itu agar seluruh jajaran kepolisian memberikan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait proses pemakaman jenazah COVID-19 sehingga tidak terulang kembali kejadian penolakan pemakaman jenazah COVID-19. Kemudian memastikan betul bahwa jenazah atau pasien tersebut menderita COVID-19 atau tidak dengan cara bekerja sama, berkoordinasi, dan mendorong pihak rumah sakit untuk segera melakukan pengecekan kepada pasien yang memiliki gejala penyakit COVID-19, riwayat penyakit kronis dan dalam kondisi kritis, maupun pasien yang meninggal dunia. Sehingga tidak timbul keraguan dari keluarga maupun kerabat pasien atau korban,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain itu, lanjutnya, Polri juga menyiapkan beberapa personel yang sudah dilatih dan dibekali pengetahuan tentang proses pelaksanaan pemulasaran jenazah. Dalam hal ini, selain untuk membantu proses pemakaman, kehadiran petugas juga sebagai pengawas agar penerapan protokol kesehatan tetap dijalani dengan mempedomani syariat agama masing-masing korban.

“Polri juga bekerja sama dengan Pemda, TNI, dan stakeholder terkait untuk menyiapkan tempat isolasi untuk pasien ODP dan PDP serta rumah sakit rujukan COVID-19 termasuk pengamanan, pengawalan, dan pengawasan proses pemakaman korban COVID-19,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Sementara untuk petugas Polri yang bekerja melampaui tugas pokoknya serta didasari dengan keikhlasan dan rasa kemanusiaan, Kapolri mengganjar reward / penghargaan berupa kesempatan berupa promosi mulai dari mengikuti sekolah sampai dengan kenaikan pangkat luar biasa, ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

Komjen Pol Agus Andrianto bersyukur belakangan ini tidak terdengar lagi ada masyarakat yang menjemput paksa jenazah pasien COVID-19. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengerti dan memahami COVID-19 benar-benar ada dan berpotensi menyerang siapapun, masyarakat diminta untuk tidak menyepelekannya.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Agus Andrianto juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan obat Covid-19, sedangkan vaksin masih dalam tahapan uji klinis dan produksi massal, yang tentu saja memerlukan waktu yang tidak singkat bagi 267 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, Kaopspus Aman Nusa II menghimbau agar masyarakat tetap disiplin mempedomani protokol kesehatan, menjaga pola hidup sehat dengan dengan olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan yang bergizi jika perlu tambahan suplemen seperti vitamin bahkan suplemen dari produk-produk kearifan lokal seperti jahe, kunyit, minyak, kencur dll

“Terima kasih kepada masyarakat yang berkontribusi untuk terwujudnya Kamtibmas yang kondusif, dengan demikian Polri dapat fokus untuk SDM Polri dalam penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Karena jaminan keamanan menjadi faktor kunci terlaksananya semua aktivitas masyarakat, mengingat pandemi COVID-19 bukan hanya berdampak kesehatan tetapi juga dampak lain seperti ekonomi, sosial politik, dan lain-lain,” ungkapnya. (*)

 471 total views,  4 views today

Nasional

Polisi Ungkap Isi Percakapan WAG KAMI Medan

Published

on

By

Hanuang.com, Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan percakapan Whatsapp grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan yang cukup mengerikan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, dalam percakapan itu terungkap ada skenario ingin membuat Indonesia rusuh seperti tahun 1998.

Dalam hal ini, Polri menangkap empat tersangka dari KAMI Medan yakni KA, JG, NZ, WRB. Mereka dijerat pasal ujaran kebencian dalam UU ITE dan Pasal 160 KUHP.

“Dia [JG] menyampaikan ‘batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang dan bensin bisa berjajaran,’ dan sebagainya itu. Kemudian ada juga yang menyampaikan ‘buat skenario seperti 1998. Penjarahan toko China dan rumah-rumahnya, kemudian preman diikutkan untuk menjarah’,” papar Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (15/10).

Semua percakapan itu, sambung Argo, telah diamankan dan dijadikan barang bukti. Adapun salah satu tersangka yakni Khairil Amri (KA) merupakan admin dari grup KAMI Medan.

Tidak hanya bukti percakapan provokasi, Polri juga turut mengamankan bom molotov dan pylox. Bom molotov, kata Argo digunakan untuk dilemparkan ke fasilitas hingga terbakar, pylox untuk membuat tulisan.

Polisi menjerat empat tersangka itu dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Selain itu Pasal 45 ayat (3) UU ITE tentang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan akses informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik.

Keempatnya juga dijerat Pasal 160 KUHP tentang menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum dengan ancaman enam tahun penjara.

 957 total views,  28 views today

Continue Reading

Nasional

Kabaharkam Polri Buka Rakor Korbinmas – ABUJAPI

Published

on

By

Hanuang.com, Jakarta – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Korbinmas Baharkam Polri-ABUJAPI di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 15 Oktober 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kakorbinmas Polri Irjen Pol Risyapudin Nursin, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Edy Tambunan, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Dirbinmas dari sejumlah Polda di Indonesia, jajaran BPP ABUJAPI, serta perwakilan ABUJAPI daerah. Kegiatan ini juga dapat diikuti secara virtual.

Dalam sambutannya, Komjen Pol Agus Andrianto berharap Rakor ini akan membuka kerja sama yang lebih baik antara Korbinmas Baharkam Polri dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemuliaan profesi Satuan Pengamanan (Satpam).

“Mudah-mudahan kegiatan ini akan membuka bagi terlaksananya kerja sama yang semakin baik ke depannya. Dengan harapan kerja sama ini akan dilaksanakan secara berlanjut sehingga program-program kerja sama untuk meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan Satpam akan terlaksana,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang ditantangani Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada 5 Agustus 2020 lalu.

Salah satu amanat dalam Perpol tersebut adalah pemberian seragam baru bagi anggota Satpam yang warnanya mirip dengan seragam polisi. Walau mirip, seragam itu tetap tidak sama, karena seragam baru Satpam warnanya harus mempunyai gradiasi sebesar 20 persen dari seragam polisi.

Atas keputusan tersebut, Komjen Pol Agus Andrianto mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar ABUJAPI yang selama 40 tahun dengan penuh kesabaran terus memperjuangkan penerapan seragam Satpam mirip seragan polisi.

“Memang ada polemik terkait Perpol ini. Bapak Kapolri sudah memberikan peringatan dan pengarahan kepada kita untuk tidak menghiraukannya. Silakan mereka berpersepsi. Kita tidak punya niat untuk membangun Pam Swakarsa seperti apa yang mereka nyatakan. Yang mau kita akan dan muliakan adalah profesi rekan-rekan kita di Satuan Pengamanan yang berada di wilayah, karena selama ini mereka sudah membantu tugas-tugas kepolisian di dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian secara terbatas di lingkungan di mana mereka bertugas,” ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

Namun Komjen Pol Agus Andrinto mengingatkan kepada ABUJAPI agar implementasi pembuatan seragam baru ini harus sesuai dengan yang telah disetujui Kapolri.

“Kalau bisa semuanya satu bahan, satu merek, sehingga akan benar-benar seragam,” pesannya.

 756 total views,  22 views today

Continue Reading

Nasional

Polisi Amankan 1.577 Pendemo, 47 Diantaranya Reaktif Corona

Published

on

By

Hanuang.com, Jakarta – Polisi mengamankan sebanyak 1.577 orang terkait aksi unjuk rasa yang terjadi pada Selasa, 13 Oktober kemarin. Ribuan pendemo ini diamankan dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan terbanyak dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya yakni sebanyak 1.523 pendemo.

“Berasal dari Ditreskrimum 512 orang, Polres Jaksel 145 orang, Polres Jakut 147 orang, Polres Tangerang Kota 185, Polres Metro Bekasi 173 orang dan Polres Tangsel 119 orang,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Oktober 2020.

Dari ribuan pengunjuk rasa yang diamankan, Argo mengatakan, sebanyak 47 orang dinyatakan reaktif corona. Untuk pendemo yang ditemukan reaktif corona langsung dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan, sisa pendemo dinyatakan non reaktif corona dan akan diperiksa lebih lanjut. Jika nantinya dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Diperiksa dan kalau memenuhi unsur pidana diproses,” ucapnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa 13 Oktober kemarin diwarnai kericuhan. Kericuhan terjadi usai aksi demo yang dilakukan massa FPI dan PA 212 membubarkan diri.

Kericuhan terjadi usai massa yang didominasi pelajar dan remaja tiba-tiba muncul dan menyerang aparat keamanan. (*)

 1,122 total views,  29 views today

Continue Reading

Trending Topic