Connect with us

Lampung Selatan

Ini Yang Disampaikan Nanang Saat Musrenbang RKPD 2019

Published

on

Hanuang.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2019, di Aula Rajabasa kantor bupati setempat, Selasa (19/3/2019).

Hadir dalam kegiatan itu mewakili Gubernur Lampung Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si, anggota Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, perencanaan pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya pengambilan keputusan tentang program dan kegaiatan yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang.

Hal itu katanya, sesuai periode perencanaan dengan memperhitungkan kemampuan sumber daya yang dimiliki dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.

“Paradigma baru perencanaan pembangunan menempatkan rakyat sebagai subyek pembangunan. Karenanya pembangunan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan juga harus melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya,” ujarnya.

Nanang juga menyampaikan, pada tahun anggaran 2019, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengimplementasikan aplikasi e-Planing dalam proses perencanaan baik ditingkat desa, kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pokok-pokok pikiran DPRD melalui e-Pokir.

“Dengan digunakannya aplikasi ini, saya berharap proses penyusunan perencanaan dapat dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Sehingga, dokumen perencanaan yang dihasilkan lebih berkualitas,” kata Nanang.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tumbuh sebesar 5,46 % pada tahun 2017 meningkat bila dibandingkan tahun 2016 yang hanya 5,22 %. Angka itu juga katanya, lebih tinggi dari Provinsi Lampung yakni 5,17 % dan nasional yang hanya sebesar 5,07 %.

“Di tahun 2018, angka kemiskinan juga menurun menjadi 14,86 % dari tahun sebelumnya sebesar 15,16 %. Laju inflasi 2,39 % di tahun 2018. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 66,19 menjadi 66,95 ditahun 2017, yang menjadikan IPM kita berada diurutan ke-7 se-Provinsi Lampung,” terang Nanang.

Nanang juga mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan terus mengalami peningkatan, dimana ditahun 2019 APBD Lampung Selatan mencapai Rp2,36 triliun naik sebesar 8,66 % dari tahun 2018.

“Namun demikian, kita menyadari bahwa APBD kita masih belum mencukupi semua kebutuhan pembangunan. Ini menunjukkan bahwa kita masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk pembangunan Lampung Selatan. Oleh karena itu, skala prioritas menjadi faktor penting dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan,” imbuhnya.

Pantauan tim ini, dalam acara itu juga diserahkan buku data distribusi dana dan lokasi pelaksanaan kegiatan Provinsi Lampung di wilayah Lampung Selatan dari Pj Sekretaris Daerah Provinsi Lampung kepada Plt Bupati Lampung Selatan.

Sementara, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamortoni Ahadis yang menyampaikan sambutan Gubernur Lampung mengatakan, Musrenbang RKPD 2019 tersebut melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, yaitu dengan menjaring seluruh aspirasi masyarakat.

Untuk itu dia berharap, Musrenbang yang direncanakan setiap tahun, pelaksanaanya tidak terjebak dalam aktifitas yang sekedar memenuhi kewajiban proses perencanaan.

Akan tetapi juga katanya, seluruh stakeholder terkait harus mampu memanfaatkan kegiatan tersebut dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat dan stakeholder pembangunan, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengingatkan dan memantapkan kembali cara pandang bersama, bahwa untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan nasional, termasuk Provinsi Lampung, diperlukan kontribusi pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Karena keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan juga merupakan keberhasilan dan kebanggaan Provinsi Lampung,” tandasnya.

Pantauan tim ini, dalam acara itu juga diserahkan buku data distribusi dana dan lokasi pelaksanaan kegiatan Provinsi Lampung di wilayah Lampung Selatan dari Pj Sekretaris Daerah Provinsi Lampung kepada Plt Bupati Lampung Selatan. (Arya/Kmf)

 2,047 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Lama Jadi DPO, Akhirnya Grandong Asal Desa Rawi Berhasil Dibekuk Polisi

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Polsek Penengahan mengamankan Ian alias Grandong (33) warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/9/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

Grandong ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna biru putih dengan plat nomor BE 4829 OL, milik korban Gozali (51) Desa Belambangan Rt/Rw 001/001 Kecamatan Penengahan Lamsel yang terjadi pada
Kamis (26/10/2017) sekira pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Penengahan, Iptu Setyo Budi Howo, SH mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Jumat (24/9/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku dikediamannya.

“Pelaku ditangkap dirumahnya , Kamis (23/9/2021) sekira pukul 10.00 WIB oleh Tim Unit Reskrim Polsek Penengahan tanpa melakukan perlawanan” Tuturnya.

Kapolsek menjelaskan bahwa Grandong ditangkap dan menjadi DPO Polsek Penengahan setalah sebelumnya melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru.

“Grandong ini DPO, setelah sebelumnya melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor milik korban Gozali (51) Desa Blambangan Rt/Rw 001/001 Kecamatan Penengahan Lamsel” bebernya.

Adapun modus yang dipergunakan pelaku imbuh Kapolsek, yakni dengan pura-pura meminjam kendaraan yang dibawa Cepi Reza (anak korban) bersama rekannya saat duduk dipinggir lapangan desa Rawi Kecamatan Penengahan dengan alasan akan mengantar rekanya Amin dan Ridwan ke Kalianda.

Namun saat ditunggu beberapa jam pelaku tidak kunjung datang, sehingga korban akhirnya melaporkan kejadiannya ke Mapolsek Penengahan.

Saat ditangkap, kepada penyidik pelaku mengaku bahwa kendaraan milik korban sudah digadaikan sebesar Rp. 1 juta kepada Andi warga desa Lubuk Kecamatan Kalianda Lamsel.

Saat ini pelaku yang akan dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUH Pidana, bersama barang buktinya berupa sepeda motor Jenis Honda Beat dengan Plat Nomor BE 4829 OL bersama STNK an Armana sudah diamankan di Mapolsek Penengahan guna penyidikan lebih lanjut. (*)

 3,238 total views,  786 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Nanang Kembali Bedah Rumah Warga, Kali Ini Giliran Desa Mandah

Published

on

By

Hanuang.com – Sikap tanggap dan cepat terus dilakukan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto untuk warganya yang membutuhkan bantuan.

Adalah Yati (49) warga Sumber Sari I Desa Mandah Kecamatan Natar yang dikunjungi Bupati Lampung Selatan. Yati (49) tinggal bersama suami dan kedua anaknya dirumah yang semi permanen yang terlihat memprihatinkan.

Saat menyambangi rumah yati (49), pada Jumat(24/09/2021). Bupati Lamsel Nanang Ermanto memberikan bantuan berupa sembako dan bahan pangan lainnya.

Selanjunya, demi melihat masyarakatnya memiliki rumah yang layak huni dan sehat. Bupati Nanang Ermanto bersama Kepala Dinas PU, Hasbie Aska segera mengupayakan program bedah rumah untuk ibu Yati dan Keluarga.

“Ini ada sedikit bantuan, semoga bisa bermanfaat dan membantu kebutuhan ibu dan keluarga sehari-hari,” Ujar Nanang.

“Nanti rumah ibu akan diperbaiki, nanti pemerintah daerah yang akan bangun melalui program bedah rumah dari pemda,” Ucapnya.

Bupati Nanang Ermanto juga mengajak warga desa yang lain untuk bergotong-royong membantu dan peduli dalam membangun rumah ibu Yati.

“Nanti, untuk materialnya kami siapkan, namun untuk pembangunannya nanti masyarakat sekitar yang akan bergotong-royong yang bantu. nanti di kordinis sama pak kadesnya,” Pungkasnya.

Mendengar hal tersebut, ibu yati menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada bupati lamsel.

“Kami sekeluarga mengucapakan terima kasih, Pak Bupati sudah mau datang mengunjungi rumah kami yang keadaannya seperti ini dan memberikan bantuan,” kata yati. (Kmf)

 3,199 total views,  758 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Buka Portal Jalan Yang Ditutup Warga, Nanang : “Saya Akan Bertanggungjawab Penuh”

Published

on

By

Hanuang.com – Tinjau Jalan Kabupaten di Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Bupati H. Nanang Ermanto bertemu langsung dengan masyarakat desa setempat, Jum’at, (24/09/21).

Pada pertemuan itu, masyarakat Desa Mandah mengaku mengeluh karena jalan yang menjadi akses utama rusak. yang diakibatkan oleh kendaraan besar milik PT. BLJ yang diduga melebihi standar kapasitas yang telah ditetapkan yakni 7 sampai 10 ton. Untuk mencari solusi terkait hal itu, masyarakat dan pihak dari PT. BLJ direncanakan dalam waktu dekat hendak bermusyawarah untuk menemukan solusi yang sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Dalam tinjauannya ke Desa Mandah Bupati Nanang Ermanto melakukan dialog dengan masyarakat sekitar dengan di dampingi oleh Kepala Dinas PU (Bpk. Hasbie Aska), Camat Natar (Bpk. Rendy Eko Supriyanto).

Salah satu warga Desa Mandah, Sarmani (56) mengatakan “Kami sudah melakukan dialog pak dengan pihak perusahaan namun sampai sekarang belum ada kejelasan,” Ucap Sarmani kepada Bupati Lamsel.

“Begini saja, biar ada titik terang dan masalah ini cepat diselesaikan, saya yang akan bertanggung jawab penuh dan akan langsung menemui pihak perusahaan untuk menyelesaikannya,” Ucap Nanang Ermanto.

Usai berdialog dengan warga, Bupati Nanang Ermanto bersama warga lainnya sepakatan untuk membuka portal yang dibangun oleh masyarakat setempat.

Setelah membuka portal, Bupati Nanang Ermanto langsung menuju PT. BLJ untuk berdiskusi langsung dengan pihak perusahaan guna menemukan solusi yang terbaik.

Bupati Nanang Ermanto mengatakan dalam memecahkan masalah ini harus adil dan sama-sama tidak ada yang dirugikan baik masyarakat maupun pihak PT. BLJ. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Terkait, akan segera menindak lanjuti terkait hal tersebut dan akan segera melakukan pembangunan jalan di desa mandah.

“Kapasitas dan kekuatan jalan yang dibangun oleh pemerintah daerah hanya lebih kurang 7 sampai 10 ton saja, jika muatan kendaraan PT. BLJ lebih dari itu maka kedepannya jalan ini akan sering rusak,” Kata Nanang kepada pihak perwakilan PT. BLJ.

“Untuk itu, nanti akan kita cari solusi terkait hal ini dan akan pemerintah daerah fasilitasi agar pihak perusahaan dan warga dapat bermusyawaran dengan baik,” Ucapnya.

Usai pertemuan tersebut, pihak dari PT. BLJ berjanji secepatnya akan menangani masalah ini dan akan bermusyawarah dengan masyarakat terkait jalan tersebut. (Kmf)

 3,180 total views,  760 views today

Continue Reading

Trending Topic