Connect with us

Lampung Selatan

Gelar Musrenbangdes TA 2019/2020, Desa Sidodadi Utamakan Pembangunan Infrastruktur

Published

on

Musrenbangdes Sidodadi Tahun Anggaran 2019/2020

Hanuang.com – Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2019, Selasa, (13/11/18).

Musrenbangdes yang dilaksanakan di Balai Desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Lamsel ini dihadiri oleh Camat Sidomulyo, Eko Irawan, Bhabinkamtibmas Polsek Sidomulyo, Briptu Dwi Suwandi, Pjs. Kades Sidodadi, Hartono SE BPD, LPMD, Pamong Desa dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda.

Camat Sidomulyo, Eko Irawan dalam sambutanya mengatakan agar dibuat rencana prioritas pembangunan dengan sistem bertahap, apabila ada perubahan pembangunan dapat dialihkan pada pembangunan yang lebih diprioritaskan dan memang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan giat gotong royong karena sudah memasuki musim hujan, agar tidak terjadi banjir, dan mengajak masyarakat untuk sadar dalam membayar PBB karena manfaat dari PBB untuk melancarkan Pembangunan Desa.

“Mari semua masyarakat untuk sadar bayar PBB karena manfaat dari PBB bisa untuk Pelancaran pembangunan desa” pungkasnya.

Bhabinkamtibmas Polsek Sidomulyo, Briptu Dwi Suwandi, dalam kesemoatyan ini juga memberikan himbauan kepada warga masyarakat khususnya masyarakat Desa Sidodadi.

“Mengingat sebentar lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi disarankan kepada warga agar jangan menggunakan tempat- tempat  ibadah sebagai sarana dan prasarana politik, segera melaporkan apabila ada kedapatan kegiatan yang menggunakan tempat ibadah yang dijadikan tempat bersosialisasi tetykait politik” ujarnya.

Dirinya juga mengajak warga untuk lebih menggiatkan lagi ronda malam dan jumat bersih, dan jangan terpancing dengan isu-isu sara yang beredar di media sosial serta gunakan media sosial dengan baik dan benar.

Pjs. Kades Sidodadi, Hartono. SE, menyampaikan bahwa untuk rencana pembangunan dari anggaran DD Desa tahun 2019/2020 diprioritaskan untuk pembangunan Rabat Beton, Hotmix, Talut, Gorong – Gorong, Siring Pasang, dan Jembatan di Desa Sidodadi.

Adapun Dusun-dusun yang akan menerima perbaikan tersebut yakni :

  • Dusun Banyumas RT 01, Pembangunan Siring Pasang sepanjang 400 meter, RT 02 Rabat Beton sepanjang 100 meter dan Hotmix sepanjang 200 meter, RT 03 Pembangunan Jembatan 4X6 meter, 50 meter Rabat Beton, dan 200 meter Hotmix.
  • Dusun Pati RT 05, Pembangunan Hotmix dan Talut 200 meter, RT 03 Pembangunan Hotmix dan talut 200 meter, RT 04 Pembangunan Hotmix dan Talut 200 meter, RT 01 Pembangunan Hotmix dan Talut 200 meter, RT 02/06 Pembangunan Hotmix dan Talut 1500 meter.
  • Dusun Kedondong, RT 03 Pembangunan Rabat Beton 100 meter dan Hotmix 50 meter, RT 02 Pembangunan Rabat Beton 200 meter, Hotmix 400 meter, Onderlagh 100 meter, Gorong – Gorong 4X6 meter dan Talut 150 meter, RT 01 Rabat Beton 450 meter, gyorong – Gorong 4X6 meter dan Talut 100 meter.
  • Dusun Damar Agung, RT 01 – 03 Pembangunan Rabat Beton 700 meter,  RT 02 Hotmix 550 meter, RT 03 Pembangunan Hotmix 500 meter, RT 04 Pembangunan Hotmix 200 meter dan TPT pembangunan Talut 800 meter.
  • Dusun Krajan I, RT 01 Pembangunan Talut dan Siring 200 meter,  RT 02 Rabat Beton, Talut dan Siring 200 meter, RT 03 Pembangunan Siring dan Talut 300 meter.
  • Dusun Krajan II, RT 01 Pembangunan Talut 200 meter,  RT 02 Pembangunan Talut 60 meter.
  • Dusun Ringin Agung I, Pembangunan Talut Jalan RT 01 400 meter,  RT 02, 50 meter, RT 03, 500 meter, RT 04, 650 meter dan RT 05, 600 meter.
  • Dusun Ringin Agung II, RT 02 Pembangunan Hotmix 650 meter dan talut 200 meter, RT 03 Pembangunan Hotmix 800 meter dan talut 200 meter, yang akan dikerjakan pada anggaran tahun 2019/2020.

Diketahui Pengajuan jalan Desa Sidodadi kepada dinas PUPR Lamsel Pembangunan Hotmix panjang 5000 meter yang terealisasi 4500 meter dan akan dibangun tahun 2019, Pembangunan Jalan Hotmix di Dusun Damar agung, RT 01-03 1500 meter (tembus desa Sidowaluyo), Dusun Ringin Agung II, RT 01 sepanjang 1500 meter, Dusun Pati, RT 03, sepanjang 1000 meter, dan Dusun Kedondong, RT 03, 500 meter untuk jalan Balai Desa. (Arya)

 4,424 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Pam Gakplin Prokes Covid-19 Diwilayah Natar Terus Digalakkan

Published

on

By

Hanuang.com – Koramil Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terus menggelar Pam New Normal dan Patroli Diwilayahnya, Rabu, (28/07/21).

Kali ini giat tersebut digelar di Pasar Natar dan Mall Candra dengan memberikan himbauan terkait penegakan disiplin Protokol Kesehatan.

“Kita juga memberikan peringatan atau sanksi kepada masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan” ujar salah seorang Babinsa. (*)

 325 total views,  325 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Satreskrim Polres Lamsel Amankan Pelaku Pemalsuan Surat Rapit Antigen di Bakauheni

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan (Lamsel) menggelar ungkap kasus Tindak Pidana Pemerasan dan pemalsuan surat Rapid Test Antigen yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Rabu, (28/07/21).

Sedikitnya dua pelaku dengan inisial W (37) karyawan kontrak ASDP dan Inisial D (29) selaku Travel gelap ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.

Kapolres Lamsel, AKBP. Edwin menjelaskan bahwa kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Dimana W disangkakan Pasal 368 KUHPidana dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun.

Sedangkan tersangka Inisal D dikenakan Pasal 263 KUHPidana atau Pasal 266 KUHPidana atau Pasal 268 ayat (2) dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

“Pada 21 Juli 2021 telah dibentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pungli, pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dalam operasi penyekatan PPKM Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui modus operandi para pelaku tindak pidana tersebut diantaranya dengan cara menggunakan surat Rapid Test Antigen palsu dan memasukkan penumpang melalui jalur Pintu keluar Pelabuhan Bakauheni tanpa menggunakan Rapid Test dengan membayar Sejumlah uang” ujar AKBP. Edwin.

Sebelumya tim yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Enrico D. Sidauruk, melakukan penindakan diawali dengan under cover dengan menunjuk dua personil untuk menjadi penumpang yang akan menyebrang ke Merak dan belum mempunyai surat Rapid Test Antigen.

Pada tanggal 24 Juli 2021 sekira pukul 04.00 WIB berhasil diamankan dua orang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dan pemalsuan Surat Rapid Test.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, para pelaku menggunakan Rapit Test Antigen dari nama Klinik Budi Pratama asal Lampung, yang mana diketahui bahwa klinik tersebut tidak ditemukan keberadaannya di Bumi Ruwa Jurai. (*)

 673 total views,  673 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pastikan Ketersediaan Pangan, DKP Lamsel Gelar Pertemuan Teknis Dengan UPT Pertanian

Published

on

By

Hanuang.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan menggelar pertemuan teknis dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian dan Petugas Pengumpul Data Lumbung Pangan (PPL), di Aula DKP setempat, Selasa (27/7/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti para Kepala UPT Pertanian dan PPL dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala DKP Lampung Selatan, Yansen Mulia mengatakan, maksud diadakannya pertemuan teknis itu adalah untuk mendapatkan informasi tentang cadangan pangan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan stoknya di lapangan.

“Pandemi Covid-19 saat ini secara tidak langsung berdampak terhadap menurunya produksi pertanian. Untuk mengantisipasi itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan ingin mendata ketersediaan pangan di daerah-daerah,” ujar Yansen.

Disamping itu kata Yansen, yang tak kalah penting pertemuan itu bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang lumbung pangan masyarakat yang dikelola oleh kelompok tani atau gapoktan disetiap desa dalam wilayah kecamatan masing-masing.

“Jadi saya minta betul data lumbung pangan yang disampaikan nanti benar-benar update dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya mengisi data yang dibuat-buat, harus akurat sesuai dengan kondisi yang ada. Baik itu lumbung pangan swadaya masyarakat atau lumbung pangan yang dibangun oleh pemerintah,” kata Yansen.

Yansen berharap, dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya dapat mengetahui sebaran lumbung pangan yang ada di masyarakat. Sehingga memudahkan pemerintah daerah mengetahui kondisi lumbung pangan untuk dikembangkan pembangunan berikutnya.

“Jadi ketika saya, atau dari provinsi bahkan dari pusat datang, kelompoknya memang betul-betul ada, dan lumbung pangannya juga ada. Sekalipun dalam kondisi baik atau rusak ringan. Dan yang tahu kondisinya, ya PPL dan UPT di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut Yansen mengatakan, pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada UPT Pertanian dan PPL untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan RI) Nmor 31 Tahun 2017 kepada pengusaha penggilingan padi di Lampung Selatan.

Yansen menyebut, setiap pengusaha yang memproduksi beras kemasan dan bermerek wajib melakukan registrasi produk dagangannya guna mendapatkan sertifikat.

“Jadi mulai sekarang kita melakukan pendataan untuk meregistrasi (pendaftaran) penggilingan padi. Karena nanti tidak ada lagi penggilingan padi yang mengeluarkan produk beras yang berkualitas tetapi dengan merk orang lain,” tuturnya.

Yansen mengungkapkan, dengan pendataan penggilingan padi itu diharapkan akan dapat memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan untuk masyarakat selaku konsumen dan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk.

Dia berharap, setiap kecamatan ada satu contoh penggilingan padi yang telah memenuhi syarat bisa mengeluarkan beras berkualitas secara resmi dan punya merk dagang sendiri.

“Karena saya lihat kita punya banyak penggilingan padi yang bagus. Tetapi hasilnya dikirm keluar daerah dan kembali lagi kesini sudah dikemas dengan merk orang lain,” tandasnya. (Az)

 1,887 total views,  863 views today

Continue Reading

Trending Topic