Connect with us

Kriminalitas

Gelapkan Uang Setoran Hampir Setengah Milyar, Karyawan Indomaret Dicomot Polres Lamsel

Published

on

Hanuang.com, KALIANDA – PT. Indomarco Adi Prima yang berada di Jalan Lintas Sumatera Desa Kedaton Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) mengalami kebobolan uang setoran senilai ratusan juta.

Berdasarkan release yang disampaikan ke media, uang setoran tersebut diduga digondol salah seorang karyawan perusahaan, yakni Haryadi (24) warga Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Pemuda berkulit sawo matang ini merupakan sales marketing di PT. Indomarco Adi Prima. Ia melakukan penggelapan uang perusahaan tersebut pada Kamis (3/1/2020) lalu.

Kasat Reskrim Iptu Edy Yulianto mengungkapkan, pelaku melakukan penggelapan uang perusahaan dengan cara menggunakan faktur fiktif.

“Setelah barang dikirim oleh driver, pelaku menyuruh untuk mengirimkan barang-barang sesuai orderan tersebut ke toko lain. Kemudian, barang milik Indomarco tersebut dijual secara tunai oleh pelaku. Terlebih, uang penjualan barang itu tidak di setorkan ke PT. Indomarco Adi Prima. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp. 471.718.635,” Ungkap Iptu Edy Yulianto, Jum’at (15/1/2021).

Ia melanjutkan, atas kejadian tersebut pihak perusahaan kemudian melaporkan tindakan pelaku ke Polres Lamsel. Berdasarkan laporan tersebut, Unit Tipidter Sstreskrim Polres Lamsel langsung bertindak cepat.

“Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mendapat informasi bahwa pelaku berada di kediamannya, yaitu di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

“Pada hari kamis tanggal 14 Januari 2021 sekira jam 00.30 Wib anggota Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Lamsel berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di kediamannya,” Imbuh Kasat Reskrim.

Dikatakannya, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut, tersangka dan beberapa alat bukti diamankan ke Mapolres Lamsel. Barang buktinya yaitu berupa copy data diri Haryadi serta pengangkatan kerja di PT. Indomarco, copy 151 faktur dari PT. Indomarco dan copy 16 Stock Loading and Delivery. (*)

 2,287 total views,  3 views today

Kriminalitas

Spesialis Jambret Jalanan Akhirnya Diringkus Polsek Penengahan

Published

on

By

Hanuang.com – Pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan (Curas) yang kerap beraksi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), akhirnya mendekam di sel tahanan Polsek Penengahan.

Pelaku yakni, Irfan Mulyawan (17) warga Dusun Suka Baru, Desa Suka Baru, Kecamatan Penengahan, Lamsel. Ia diciduk polisi dikediamannya atas laporan kasus curas yang terjadi pada Kamis 5 September 2019 lalu, terhadap korban atas nama Ardi Kurniawan (24) warga Desa Pasuruan.

Kapolsek Penengahan Iptu Setiyo Budi menjelaskan, pelaku memepet sepeda motor yg dikendarai korban selanjutnya pelaku memotong tali tas milik istri korban dengan senjata tajam (Sajam).

“Kemudian, pelaku berhasil mengambil tas milik istri korban yang berisikan barang-barang berupa 1 buah STNK Yamaha V-Xion, 2 lembar E-KTP atas nama Ardi Kurniawan dan Nur Ngainah. Lalu, 1 lembar SIM C, 1 lembar ATM BRI Britama, serta 1 unit HandPhone Y71 warna gold,”terang Kapolsek.

Iptu Setyo Budi melanjutkan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 2.700.000. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penengahan guna penyelidikan lebih lanjut .

“Dari hasil penyelidikan, alhasil polisi dapat meringkus pelaku di kediamannya. Sementara, HP korban telah berada ditangan Ibrahim, warga desa Penengahan, yang di dapat dgn cara membeli dari pelaku Irfan,” Imbuhnya.

Lebih lanjut Iptu Setyo Budi menjelaskan, pelaku atas nama Irfan melakukan aksi curas tidak sendirian. Ia dibantu rekannya yang berinisial S (DPO) yang tengah melarikan diri.

“Dari introgasi sementara, Irfan mengakui telah melakukan tindak pidana Curas terhadap korban atas nama Ardi Kurniawan. Kemudian, barang-barang hasil pencurian dijual kepada Ibrahim dengan nilai Rp 900 ribu, yang telah habis digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari,” Lanjutnya.

Bukan hanya itu, berdasarkan pengakuan Irfan, ia telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak 16 kali dalam kurun waktu sejak tahun 2019 hingga 2021, di Jalan Lintas Sumatera. Mulai dari Kecamatan Penengahan, hingga Kalianda.

Modus yang dilakukan pelaku hampir sama, yakni dengan mengincar korban yang membawa sepeda motor sendirian, kemudian pelaku tersebut memepet korban dan memutus tali tas korban menggunakan senjata tajam. Setelah itu, pelaku kabur dan menjual barang hasil curas tersebut.

Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni
1 buah Kotak HP Vivo Y71 dari korban, 1 unit HP Vivo Y71 warna Gold, yang disita dari Ibrahim dan 1 helai jilbab warna kuning milik korban yang terdapat robekan akibat sayatan sajam pelaku.

“Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Penengahan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” Tutup Iptu Setyo Budi. (Humas)

 2,983 total views,  37 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Ancam Ortu Dengan Golok, Nanang Ditangkap Polisi

Published

on

By

Hanuang.com – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Sat Reskrim Polres Lampung Selatan (Lamsel) dan jajaran Polsek Palas berhasil menangkap Bahrul Muchid (31) tersangka tindak pidana pengancaman dengan senjata tajam, pada hari Rabu, (24/01/21).

Diketahui, pelaku Bahrul Muchid (31) alias Nanang warga Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas.

Kapolsek Palas Iptu M. Sari Akip menjelaskan, pada hari Rabu (24/02) sekira jam 09.00 WIB telah terjadi tindak pidana pengancaman terhadap pelapor.

“Pelaku bersama istrinya mendatangi kebun milik korban Abdullah (54) yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas. Pada waktu itu, korban akan mengambil pakan ikan di gubuk,” terang Iptu Sari Akip, Kamis (25 Januari 2021).

Kapolsek pun melanjutkan kronologis kejadian, dimana pelaku langsung mendorong korban di bagian pipi sebelah kiri dan kemudian pelaku mengambil senjata tajam jenis golok pendek yang berada di kursi dekat gubuk yang akan diayunkan kearah korban.

Miris, karena korban belakangan diketahui merupakan orang tua kandung dari si pelaku itu sendiri.

Beruntung, istri pelaku Ririn (29) mencoba menghalangi dengan cara merangkul korban dari arah depan untuk menyelamatkan korban dari ayunan senjata tajam.

“Tak berhenti disitu, lalu pelaku mendorong istrinya menggunakan tangan kiri dalam tangan kanan masih memegang golok sambil berkata dengan nada mengancam ‘kamu pulang aja, saya akan menghabisi Dullah’,” urai Kapolsek.

Merasa perbuatannya dihalangi, pelaku kemudian menarik istrinya menuju motor. Melihat kesempatan untuk menyelamatkan diri, korban langsung pergi ke arah kebun jagung dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Palas.

“Mendapat laporan korban, anggota Tekab 308 Polres Lamsel bersama Polsek Palas langsung bergerak mendatangi TKP. Berkat bantuan informasi masyarakat, masih di hari yang sama sekira jam 16.00 WIB, petugas berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas,” urai Iptu Sari Akip.

Petugas kemudian mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa sebilah golok pendek untuk dibawa ke Mapolsek Palas guna kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka dijerat Pasal 335 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun,” tegas Iptu Sari Akip, sembari mengakhiri. (*)

 3,371 total views,  39 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Ngaku Keturunan Langsung Dari Kahkiya Nukhjaya, Warga Bakauheni Dipolisikan

Published

on

By

Hanuang.com – MT yang merupakan Warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakaheni, Lampung Selatan (Lamsel), ditangkap atas dugaan penggelapan asal-usul pemalsuan surat.

Penangkapan bermula pada Bulan September 2020 lalu, saat pelapor mewakili masyarakat Adat Marga Dantaran yang merupakan salah satu dari 6 Marga saibatin Lamsel, telah melaporkan MT ke Polda Lampung atas dugaan pengelapan asal-usul dan pemalsuan surat.

Menurut Supriyanto, S.H, selaku kuasa hukum pelapor atas nama Galih Patih Gemulung, perbuatan tersangka yang membuat surat seolah-olah dirinya merupakan keturunan langsung dari Kakhiya Nukhjaya, padahal faktanya tersangka bukan keturunan langsung dari Kakhiya Nukhjaya, diduga telah melanggar pasal 277 dan 263 KUHP dengan ancaman pidana diatas lima tahun.

“Tersangka MT diduga telah membuat surat palsu yang memiliki indikasi menggelapkan sejarah atau asal-usul keturunan sai batin Marga Dantaran Lamsel. Modus adalah dengan membuat dan menggunakan surat palsu berupa silsilah keturunan Kakhiya Nukhjaya dengan maksud untuk digunakan sebagai dasar penguasaan terhadap tanah yang berada di beberapa lokasi di Kecamatan Bakauheni.” terangnya, Kamis (18/02/2021).

Dilanjutkan Adjo sapaan akrabnya, untuk menguatkan laporan polisi, pihak pelapor telah menghadirkan ke hadapan penyidik berbagai alat bukti untuk mendukung laporan, baik berupa bukti surat maupun saksi.

“Menurut informasi yang kami dapat, perkara ini sudah masuk pada tahap dua, itu artinya laporan kami telah cukup bukti untuk segera dibawa ke pengadilan.” Jelas Adjo.

Terakhir, saat ini pihaknya sedang mengkaji terkait kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.

“Kita juga sedang berupaya mendalami, apakah ada pihak-pihak lain yang diduga membantu Tersangka untuk membuat surat palsu tersebut. Prinsipnya, kita akan terus mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara professional dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila ditemukan bukti yang mengindikasikan ada pihak lain terlibat dalam dugaan pemalsuan tersebut, atau turut menggunakan surat palsu tersebut untuk mendapatkan keuntungan tertentu, maka kami berharap dapat diproses oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan tentu kita berterimakasih sekaligus mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menuntaskan kasus ini.” Tutup Adjo. (Red)

 3,665 total views,  37 views today

Continue Reading

Trending Topic