Hanuang.com

Home

FKUB Gelar Dialog Lintas Agama, Rawa Selapan Jadi Contoh Desa Kerukunan

Hanuang.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung menggelar Dialog Peningkatan Wawasan Multikultural Lintas Agama yang juga dirangkaikan Launching “Desa Sadar Kerukunan” di Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Lamsel, Selasa (10/12/19).

Kegiatan yang mengusung tema Mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, aman dan damai ini dihadiri Kasubag Hukum dan KUB Kemenag Provinsi lampung, Hi. Mirsal Badri Kusuma, Kepala Kemenag Lamsel, H. Juanda Naim, MH, Kepala Kesbangpol Lamsel, Thomas amrico, S.STP, MH, Kades Rawa Selapan, Bagus Afi Pamungkas, serta peserta utusan berbagai Agama, Lembaga dan Ormas Keagamaan, dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Candipuro.

Dr. KH. Rafiq Udin selaku Ketua FKUB Lamsel yang juga sebagai ketua panitia menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk memantapkan kerukunan antar umat beragama.

“Kerukunan antar umat beragama ini dilatarbelakangi multikultural, jadi kita menciptakan kesamaan visi dan pola pikir serta tindakan dalam mengaktualisasi serta membumikan Kerukunan Umat Beragama di bumi Ragom Mufakat ini” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh H. Mirsal badri Kusuma, dia menyampaikan apresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada Desa Rawa Selapan yang terpilih menjadi desa percontohan dalam kerukunan di Kabupaten Lamsel.

Menurutnya, program Desa Sadar Kerukunan ini mengingatkan adanya suatu perbedaan, sesuatu yang sangat bermakna sekali dan patut dipertahankan.

“Republik Indonesia dibangun dari berbagai macam perbedaan, baik dari kepulauan yang terbentang luas, keragaman Agama, bahasa, suku, etnis dan adat, namun dapat dipersatukan dalam Kebhinekaan Tunggal Ika. Kerukunan umat beragama merupakan salah satu wujud agenda strategis sebagai fondasi ideal meletakkan segenap upaya bersama mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara,” bebernya.

Hal senada diungkapkan oleh Thomas Amirico, yang menjelaskan bahwa keberhasilan suatu pembangunan dapat diraih dengan kerjasama yang baik dari seluruh umat beragama.

Karena menurutnya tanpa kerukunan, pembangunan tidak bisa berjalan bahkan bisa mengganggu stabilitas nasional yang berakibat hancurnya sebuah bangsa.

“Saya berharap kepada seluruh umat beragama untuk menumbuhkan solidaritas dan saling bergandeng tangan, bekerjasama, dan bersama-sama membangun Kabupaten Lampung Selatan ini” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Lamsel menyampaikan perbedaan adalah sebuah keniscayaan, Sunatullah, baik perbedaan secara kultural budaya maupun adat istiadat.

“Tidak bisa kita memaksakan seseorang harus sama dengan kita, seperti agama harus sama, sukunya harus sama, adat istiadatnya harus sama, itu tidak bisa dipaksakan. Perbedaan merupakan sunatullah yang tidak perlu dipertentangkan antara satu dengan lainnya. Keragaman yang ada harus bisa disikapi secara baik sehingga tercapai kerukunan dan kedamaian antar-umat manusia” tutupnya. (Arya/Rilis)

Share

BERITA TERBARU