Connect with us

Lampung Selatan

Diakhir Persidangan, Hakim Ajak Para Saksi Bangun & Perjuangkan Lamsel Lebih Baik & Maju

Published

on

Hanuang.com – Sidang suap Fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel), dengan terdakwa Anjar Asmara dan Agus Bhakti Nugroho (ABN), kembali digelar.

Sidang yang digelar di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjung Karang, Bandar Lampung tersebut, yakni mengagendakan keterangan saksi, Kamis, (24/01/19).

Adapun saksi yang dihadirkan yakni, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi, Kadis Pendidikan Lamsel, Thomas Amrico, Mantan Ketua Baznas Lamsel, Ahmad Burhanuddin, Sekdakab Lamsel, Fredy SM, Unsur Swasta, Farhan, dan Kepala Bagian Pengadaan Barang & Jasa Lamsel, Tirta.

Diakhir persidangan, Usai para JPU KPK RI & Pengacara kedua terdakwa mencecar para saksi terkait suap Fee proyek Dinas PUPR Lamsel, Hakim yang diketuai oleh Mansyur Bustami, mempersilahkan terdakwa untuk bertanya dengan para saksi.

“Saudara Nanang (plt. bupati_red) masih ingatkan dulu anda bertemu dengan saya diwilayah Bandar Lampung sini, di hotel Nusantara, dan mengenalkan seorang pengusaha, serta meminta uang dan sejumlah proyek kepada saya? Tanya Anjar.

“Ya kalau bertemu pernah, tapi waktu itu saya dipanggil Syahroni, dan diajak bertemu dengan anda (Anjar_red) tapi tidak membahas proyek dan saya tidak pernah meminta uang” ucap Nanang.

“Trus apakah anda ingat akan dikasih bangunan ruko diwilayah sini (bandar lampung_red) dengan bapak (Zainudin_red)” tanya Anjar lagi.

“Ya benar, tapi waktu itu saya batalkan, karena saya lihat gelagatnya tidak benar, makanya saya bilang udahlah gak usah dikasih-kasih, saya takut, gak bener ini kayaknya,” jelas Nanang.

Selanjutnya Anjar beralih kepada Sekdakab, Fredy SM.

“Apakah bapak ingat dulu, kita bertemu diruangan bapak untuk membahas sejumlah  fee proyek?” Tanyanya.

“Tidak pernah yang mulia, saya tidak pernah membicarakan urusan fee, saya tidak tahu menahu masalah itu” jawab Fredy.

Selanjutnya terdakwa bertanya dengan Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi.

“Saudara Hendry, apakah anda ingat, saya pernah anda panggil keruangan anda di DPRD, disitu ada wakil-wakil anda, dan anda meminta Rp. 20 milyar untuk ketuk palu APBD” tanya Anjar.

“Tidak pernah, dan tidak benar, saya tidak pernah bertemu anda diruangan saya,” jelasnya dengan tegas.

Selanjutnya Hakim Masyur Bustami mempersilahkan kepada terdakwa ABN untuk bertanya.

“Saudara Fredy, apakah anda ingat, kita bersama menghadap pak Zainudin untuk membicarakan Fee DPRD Lamsel, karena waktu itu bapak takut dan tidak berani memberikannya secara langsung” tanyanya.

“Tidak pernah yang mulia, saya tidak pernah membahas dan mengurusi Fee proyek DPRD” jelasnya.

Selanjutnya ABN bertanya kepada Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi.

“Bapk ingat tidak saya mengantarkan sejumlah uang berkardus-kardus dengan saudara, waktu itu ada ketua fraksi anda Sunyata dan Fraksi PKS, Andi?” tanya ABN.

“Tidak pernah,” ucap Hendry dengan rasa heran.

“Tidak benar itu yang yang mulia, hati saya ini sakit sekali rasanya, saya sudah berjuang, disini saya pejuang dalam tim pemenangan (Zainudin-Nanang_red), saya yang berjuang, mereka yang menikmati hasil, dan sekarang menuduhkan pada saya” jelas Hendry geram.

Usai semua terdakwa bertanya, Hakim Masyur Bustami yang angkat bicara.

“Jadi bagaimana kedua terdakwa, semua saksi yang anda tanyakan membantah semua” tanya Hakim Bustami.

“Keberatan yang mulia” ucap keduanya.

“Ya meskipun anda berdua keberatan, tapi itulah fakta persidangannya, semua saksi yang anda tanya membantah semua pertanyaan anda,” jelas Hakim.

“Baiklah, sidang mengagendakan keterangan saksi selesai sampai disini, kepada saudara Nanang silahkan kembali ke jabatannya sebagai Plt. Bupati, pak Sekdakab juga demikian, dan pak Hendry selaku Ketua DPRD Lamsel tetap jalankan tugas anda sebagai wakil rakyat, bagaimana 2019, aman?, bangun dan perjuangkan Lampung Selatan untuk lebih baik dan maju lagi” jelas Hakim Mansyur Bustami seraya mengakhiri persidangan. (Arya)

 5,512 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Penguatan Tusi Pengamanan, Kalapas Kalianda : ‘Petugas Harus Memiliki Integritas dan Komitmen’

Published

on

By

Hanuang.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda menggelar kegiatan Penguatan Tusi kepada Petugas Pengamanan Lapas Kalianda di Aula Lapas Kalianda, Rabu (16/6).

Kegiatan digelar secara Interna dengan tetap memperhatikan Prosedur Protokol Kesehatan Pencegahan Covid – 19, yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan menggunakan hand sanitizer baik sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.

Dalam kegiatan, Pemaparan Penguatan Tusi Pengamanan dilakukan oleh Kepala Lapas, Dr. Tetra Destorie, Ka. KPLP, dan Kasi. Kamtib Lapas Kalianda.

Dr. Tetra Destorie memaparkan bahwa Petugas Pengamanan harus memiliki integritas dan komitmen dalam melaksanakan tugas.

“Petugas Pengamanan harus memiliki Integritas dan Komitmen, supaya bisa berhasil dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pemeliharaan tata tertib di Lapas,” papar Kalapas.

“Karena dengan Integritas dan Komitmen menjadikan manusia bisa memimpin dan dipimpin, serta membuat lahirnya kepercayaan, sehingga tujuan kita di bidanh Pengamanan bisa berhasil,” tambahnya.

Dengan Penguatan Tusi Pengamanan, dirinya percaya bahwa Gangguan Keamanan dan Ketertiban bisa diantisipasi sedini mungkin oleh Petugas Pengamanan.

“Sekecil apapun bentuk Gangguan Kamtib harus diantisipasi sedini mungkin, sehingga Lapas kita jadi aman dan kondusif. Saya yakin dan percaya kepada Petugas Pengamanan kita untuk bisa menanggulangi hal tersebut,” tutup Dr. Tetra Destorie. (*)

 59 total views,  59 views today

Continue Reading

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Berhasil Amankan Ribuan Burung Kicau

Published

on

By

Hanuang.com, BAKAUHENI – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), berhasil amankan 2.057 (dua ribu lima puluh tujuh) ekor burung, diantaranya berjenis satwa liar yang dilindungi.

Burung-burung itu, dipergoki oleh petugas ketika melakukan pemeriksaan kendaraan di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Rencananya, burung yang dikemas dalam paket keranjang plastik itu akan di seberangkan ke daerah Cikande, Serang – Banten menggunakan sebuah mobil.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah membenarkan kejadian itu.

“Betul. Tepatnya hari Selasa (15/6/2021), pukul 01.00 WIB. Petugas mengamankan IH (32) alias S bersama satu unit mobil yang mengangkut satwa liar di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni,” sebut Kapolsek, Rabu (16/6/2021) pagi.

Diketahui, kendaraan Toyota Avanza warna silver ber-nopol BG 1544 FD yang kedapatan mengangkut 2.057 ekor burung berbagai jenis yang dikemas dalam 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 buah kardus kecil warna coklat.

“Berdasarkan keterangan saudara IH, satwa liar tersebut diangkut dari rumah B di Way Kanan dan akan dibawa menuju daerah Cikande. Sedangkan, inisial B sudah di tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang, red.),” terang AKP Ferdi.

Ketika ditanya, IH nekat mengirimkan satwa liar itu karena mendapat ongkos kirim berjumlah lumayan menggiurkan. “Iya. Dapat bayaran Rp. 3,5 juta,” ujarnya bernada lesu.

Guna keperluan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, pengangkut berikut barang bukti berupa 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 kardus kecil warna coklat, satwa liar jenis burung sejumlah 2.047 ekor, dengan rincian satwa yang tidak dilindungi diantaranya, 930 ekor burung Jalak Kebo, 510 ekor burung Perenjak, 210 ekor burung Gelatik, 270 ekor burung Perkutut, 96 ekor burung Pleci, 24 ekor burung kepodang, 5 ekor burung Konin dan 5 ekor Burung Muncang. Sedangkan, jenis satwa yang dilindungi seperti, 5 ekor burung Cucak Ranting dan 5 ekor burung Cucak Ijo Mini. Kesemuanya dibawa ke kantor KSKP Bakauheni.

“IH dipersangkakan melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No.5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan,” pungkas AKP Ferdi. (*)

 180 total views,  180 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Di Sragi, Babinsa Palas Gotong-Royong Perbaiki Fasilitas Umum

Published

on

By

Hanuang.com – Babinsa Koramil Palas, menggelar gotong-royong dalam membangun dan melakukan pengecatan fasilitas Umum di desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Rabu, (16/06/21).

Hal itu dilakukan oleh Serda Anwar dan 4 Personil anggota Koramil 421-08/Palas yang melaksanakan kegiatan gotong-royong bersama warga masyarakat setempat.

“Kegiatan gotong-royong adalah salah satu budaya warisan leluhur yang harus kita lestarikan karena mempunyai nilai-nilai kebersamaan/persatuan, guyup, dan penuh kekeluargaan” beber Serda Anwar.

“Oleh karena itu dalam kegiatan ini saya bersama warga masyarakat ds Baktirasa Kecamatan Sragi melakukan pembangunan dan pengecetan fasilitas umum supaya masyarakat bisa menggunakan fasilitas umum dengan nyaman” tutupnya. (*)

 184 total views,  184 views today

Continue Reading

Trending Topic