Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Alami Kelainan Jantung, Melisa Bocah Banjarsari Sidomulyo Butuh Uluran Tangan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung SelatanPelayanan Publik

Alami Kelainan Jantung, Melisa Bocah Banjarsari Sidomulyo Butuh Uluran Tangan

redaksi
Last updated: 15 Oktober 2018 23:43
redaksi
8 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com — Melisa, warga Dusun Sukamari, Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), anak kedua dari pasangan Sania dan Melik, yang mengalami kelainan Jantung, Saat ini membutuhkan uluran tangan para Donatur dan dermawan.

“Melisa ini masih berumur 4 Tahun ini butuh uluran tangan, Kedua Orangtua Melisah bekerja sebagai pembuat gula merah, dimana bahan bakunya didapat dari kebun milik orang lain, itu juga pendapatannya sangat pas-pasan dan tidak menentu” ungkap warga sekitar.

Dijelaskan Berawal dari kondisi Melisa yang sering mengalami demam, sesak nafas, cepat lelah, bibir, tangan dan kaki membiru, serta kejang-kejang.

“Awalnya keluarga membawa Melisa berobat ke bidan desa dan ke Klinik di Lampung. Setelah berulang-ulang kali berobat, kondisi Melisa tidak kunjung membaik. Dokter mengatakan kalau Melisa sepertinya mengalami kelainan jantung dan butuh pemeriksaan lanjut, untuk itu dokter di Klinik tsb menyarankan untuk membawa Melisa ke Rumah Sakit terdekat” tambahnya.

Saat diperiksa di rumah sakit tersebut, ternyata kondisi Melisa tidak memungkinkan untuk diobati di rumah sakit tersebut karena keterbatasan fasilitas. Dokter merujuk ke RS yang lebih besar.

Setelahdari Rumah Sakit Rujukan tetap tidak bisa, keluarga masih membawa Melisah ke tiga rumah sakit lain, namun lagi-lagi pihak dokter di rumah sakit mengatakan tidak mampu menangani kasus Melisa.

AhirnyaKeluarga memutuskan untuk berobat jalan saja karena keterbatasan biaya, dan kondisi Melisa dinilai keluarga lebih baik.

Menurut dokter di rumah sakit tersebut, kondisi kelainan jantung Melisa sudah sangat parah, ada kelainan bentuk jantung. Oleh karena itu dokter segera merujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh di Jakarta. Awalnya keluarga ragu membawa Melisa ke Rumah Sakit Jakarta, karena keterbatasan biaya, tidak ada sanak saudara di Jakarta.

“Kondisi keluarga Melisa yang sedemikian rupa diketahui oleh salah satu pengurus Desa Banjarsuri, dan kemudian di-share ke grup chat. Kemudian salah satu anggota pengurus Desa Banjarsuri yang telah tinggal di Jakarta, merespon untuk membantu keluarga Melisa berobat di Jakarta, yaitu Eko Wibowo Ardi, suami saya. Mengetahui hal tersebut, keluarga Melisah akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta bermodalkan uang hasil hutang dari bos orangtua Melisa. Keluarga Melisah berangkat ke Jakarta dibantu oleh salah satu anggota pengurus desa Banjarsuri.” kata Ade Frida dalam tulisanya.

Menurut dokter jantung yang menangani Melisa, Melisa harus menjalani operasi secara bertahap yang diperkirakan sebanyak 3 kali. Untuk pengobatan ini, Melisah telah memiliki BPJS Kelas III, namun keluarga masih membutuhkan uang untuk biaya hidup di Jakarta selama Melisah menjalani pengobatan.

“Hal ini dikarenakan selama menjalani pengobatan, orangtua Melisa tidak dapat bekerja sehingga tidak memiliki uang. Selain itu, dapat diperkirakan pengobatan Melisa akan membuthkan waktu yang lama, sehingga biaya yang dibutuhkan untuk hidup di Jakarta juga akan sangat besar. Untuk itu, saya mengharapkan bantuan dari orang-orang melalui kitabisa.com untuk membantu biaya selama pengobatan Melisa di Jakarta” tutup warga sekitar. (Arya)

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Ini Penjelasan Ketua DPRD Lamsel, Terkait Tatib Pilwabup Yang Disetujui 8 Fraksi
Next Article Pemkab Lamsel – Pemkab Deli Serdang – Pemkot Bandar Lampung Teken MoU Perizinan Online
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

‘Mensana In Corpore Sano’ Ketua DPC PDI Perjuangan Lamsel Gelar Rapat Bersama DPP
Alami Jaringan Pembuluh Darah Mati, Bocah di Lamsel Butuhkan Uluran Tangan Dermawan
Bertemu di Rakercab MPC Pemuda Pancasila, Rycko Menoza dan Nanang Ermanto Terlihat Mesra
Musisi Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara Atas Ujaran Kebencian Yang Dilakukan Di Medsos
Tingkatkan Iman & Cegah Maksiat, TNI-POLRI Ajak Masyarakat Subuh Berjama'ah
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?