Hanuang.com — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri mengalami pergantian, mulai dari Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam), hingga Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror Polri.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Secara keseluruhan, telegram tersebut memuat mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah, dengan 70 personel di antaranya mendapat promosi atau menempati jabatan baru.
Perubahan di jajaran pejabat utama Mabes Polri menjadi salah satu bagian penting dalam rotasi tersebut. Irjen Polisi Asep Safrudin, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau, ditugaskan sebagai Kabareskrim Polri, menggantikan Komjen Polisi Syahardiantono.
Sementara itu, Syahardiantono dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Kantor Staf Presiden (KSP). Pergeseran tersebut sekaligus membuka ruang bagi penyegaran di tubuh badan yang memiliki tugas utama dalam penegakan hukum dan penyidikan tindak pidana di tingkat nasional.
Di posisi Wakil Kabareskrim, Brigjen Polisi Putu Putera Sadana mendapat penugasan baru menggantikan Irjen Polisi Nunung Syaifuddin.
Rotasi juga menyentuh sektor penegakan hukum di ruang digital. Brigjen Polisi Suhermanto, yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), ditunjuk menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Suhermanto menggantikan Brigjen Polisi Adex Yudiswan yang mendapat penugasan baru sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Pada bidang pemeliharaan keamanan, Kapolri menunjuk Irjen Polisi Hery Herjawan sebagai Kabaharkam Polri. Ia menggantikan Komjen Polisi Karyoto yang memasuki masa pensiun.
Sebelumnya, Hery Herjawan menjabat Kapolda Riau. Penugasan tersebut membuat dirinya masuk dalam jajaran pejabat utama Mabes Polri yang mendapat mandat baru melalui telegram mutasi tersebut.
Sementara itu, pergantian juga terjadi di tubuh Densus 88 Antiteror Polri.
Brigjen Polisi Tubagus Ami Prindani dipercaya menduduki posisi Kadensus 88 Antiteror Polri, menggantikan Irjen Polisi Sentot Prasetyo.
Tubagus Ami sebelumnya menjabat sebagai Wakadensus 88. Ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan Densus 88, termasuk pernah menjabat Direktur Intelijen Densus 88 sebelum ditunjuk sebagai Wakadensus pada Mei 2026.
Pergantian pucuk pimpinan Densus 88 tersebut menandai perubahan kepemimpinan pada satuan yang memiliki tugas khusus dalam penanggulangan tindak pidana terorisme.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Menurut Johnny, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Mutasi kali ini tidak hanya menyasar jajaran pejabat utama Mabes Polri. Telegram yang sama juga mencakup pergantian sejumlah Kapolda serta pejabat strategis lainnya di lingkungan kepolisian.
Dengan demikian, rotasi tersebut menjadi salah satu langkah awal konsolidasi internal di bawah kepemimpinan Suyudi Ario Seto setelah dirinya dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Polri menyatakan para pejabat yang memperoleh amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus melanjutkan program yang telah berjalan serta meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (Arya)