Connect with us

Lampung Selatan

Silaturahmi Dengan Pengurus Koni, Nanang : “Koni dan Pemerintah Daerah Harus Bersatu”

Published

on

Hanuang.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melakukan silaturahmi dengan pengurus dan anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Lampung Selatan, di Aula Krakatau kantor bupati setempat, Rabu (27/3/2019).

Dalam arahannya, Nanang mengatakan, sebagai mitra pemerintah dalam melakukan pembinaan olahraga, keberadaan Koni diharapkan dapat meningkatkan prestasi dalam setiap cabang olahraga, baik ditingkat kabupaten, ditingkat provinsi bahkan ditingkat nasional.

“Memang kemitraan Koni dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan ini harus sejalan, ini yang perlu digaris bawahi. Tanpa ada koordinasi dan silaturahmi yang baik, nonsens olahraga di Lampung Selatan ini akan maju,” ujar Nanang.

Nanang juga menyatakan, sangat mengapresiasi kepengurusan Koni yang baru dan mendukung penuh seluruh kegiatan maupun program-program Koni Lampung Selatan. Sebab menurutnya, antara Koni dan pemerintah daerah harus bersatu dalam memajukan olahraga.

“Intinya bagaimana kita tetap menjalin silaturahim dan menjalin kekuatan bersama-sama. Tanpa ada kekuatan bersama-sama, Koni tidak dapat berbuat banyak, begitu pun sebaliknya, pemerintah daerah tanpa Koni tidak ada apa-apanya,” kata Nanang.

Selain itu, dalam arahannya, Nanang juga mengimbau pengurus Koni bekerja keras untuk lebih meningkatkan lagi prestasi olahraga yang pernah dicapai Lampung Selatan. Apalagi menurutnya, banyak potensi atlet di Kabupaten Lampung Selatan yang bisa mendulang prestasi.

“Yang pertama adalah bagaimana memperkuat kepengurusannya dulu dari dalam. Jangan cuma gagah-gagahan sebagai pengurus Koni tetapi tidak berusaha melakukan pembinaan untuk mencetak atlet-atlet berprestasi,” tandasnya.

Dia juga mewanti-wanti pengurus Koni Lampung Selatan untuk tidak memakai (sewa) atlet dari daerah lain hanya untuk mengejar juara semata.

“Ini saya titip sama Ketua Koni, saya tidak mau mendengar ada atlet-atlet adopsi dari luar. Untuk apa kita juara tapi prestasi dari orang lain. Tetapi yang saya ingin bagaimana kita menjadi juara murni dari atlet dari Lampung Selatan. Ini yang namanya pembinaan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Koni Lampung Selatan, Rudi Apriadi dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah program kerja Koni maupun event-event yang akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Diantaranya, akan menggelar kejuaran resmi bola voli, kejuaraan tinju antar pelajar se-Sumbagsel dan Banten, grass track, road race, sampai Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang muaranya untuk menjaring atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Lampung Selatan.

Untuk itu, Rudi berharap dukungan penuh dari Plt Bupati Lampung Selatan untuk menyukseskan agenda maupun program-program Koni Lampung Selatan. Sebab menurutnya, Koni dan pemerintah daerah memiiki peran yang sama dalam memajukan olahraga.

“Artinya dengan semua program ini dijalankan dan disetuji, insya Allah, target kita bisa bertahan di peringkat tiga Pekan Olahraga Provinsi bisa tercapai, tidak menutup kemungkinan kita bisa menduduki peringkat kedua. Melalui Porkab sebagai seleksi akhir, saya yakin ini semua bisa kita wujudkan,” kata mantan Ketua PWI Lampung Selatan ini. (Arya/Kmf)

 1,906 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Pam Gakplin Prokes Covid-19 Diwilayah Natar Terus Digalakkan

Published

on

By

Hanuang.com – Koramil Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terus menggelar Pam New Normal dan Patroli Diwilayahnya, Rabu, (28/07/21).

Kali ini giat tersebut digelar di Pasar Natar dan Mall Candra dengan memberikan himbauan terkait penegakan disiplin Protokol Kesehatan.

“Kita juga memberikan peringatan atau sanksi kepada masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan” ujar salah seorang Babinsa. (*)

 449 total views,  449 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Satreskrim Polres Lamsel Amankan Pelaku Pemalsuan Surat Rapit Antigen di Bakauheni

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan (Lamsel) menggelar ungkap kasus Tindak Pidana Pemerasan dan pemalsuan surat Rapid Test Antigen yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Rabu, (28/07/21).

Sedikitnya dua pelaku dengan inisial W (37) karyawan kontrak ASDP dan Inisial D (29) selaku Travel gelap ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.

Kapolres Lamsel, AKBP. Edwin menjelaskan bahwa kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Dimana W disangkakan Pasal 368 KUHPidana dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun.

Sedangkan tersangka Inisal D dikenakan Pasal 263 KUHPidana atau Pasal 266 KUHPidana atau Pasal 268 ayat (2) dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

“Pada 21 Juli 2021 telah dibentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pungli, pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dalam operasi penyekatan PPKM Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui modus operandi para pelaku tindak pidana tersebut diantaranya dengan cara menggunakan surat Rapid Test Antigen palsu dan memasukkan penumpang melalui jalur Pintu keluar Pelabuhan Bakauheni tanpa menggunakan Rapid Test dengan membayar Sejumlah uang” ujar AKBP. Edwin.

Sebelumya tim yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Enrico D. Sidauruk, melakukan penindakan diawali dengan under cover dengan menunjuk dua personil untuk menjadi penumpang yang akan menyebrang ke Merak dan belum mempunyai surat Rapid Test Antigen.

Pada tanggal 24 Juli 2021 sekira pukul 04.00 WIB berhasil diamankan dua orang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dan pemalsuan Surat Rapid Test.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, para pelaku menggunakan Rapit Test Antigen dari nama Klinik Budi Pratama asal Lampung, yang mana diketahui bahwa klinik tersebut tidak ditemukan keberadaannya di Bumi Ruwa Jurai. (*)

 796 total views,  796 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pastikan Ketersediaan Pangan, DKP Lamsel Gelar Pertemuan Teknis Dengan UPT Pertanian

Published

on

By

Hanuang.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan menggelar pertemuan teknis dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian dan Petugas Pengumpul Data Lumbung Pangan (PPL), di Aula DKP setempat, Selasa (27/7/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti para Kepala UPT Pertanian dan PPL dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala DKP Lampung Selatan, Yansen Mulia mengatakan, maksud diadakannya pertemuan teknis itu adalah untuk mendapatkan informasi tentang cadangan pangan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan stoknya di lapangan.

“Pandemi Covid-19 saat ini secara tidak langsung berdampak terhadap menurunya produksi pertanian. Untuk mengantisipasi itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan ingin mendata ketersediaan pangan di daerah-daerah,” ujar Yansen.

Disamping itu kata Yansen, yang tak kalah penting pertemuan itu bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang lumbung pangan masyarakat yang dikelola oleh kelompok tani atau gapoktan disetiap desa dalam wilayah kecamatan masing-masing.

“Jadi saya minta betul data lumbung pangan yang disampaikan nanti benar-benar update dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya mengisi data yang dibuat-buat, harus akurat sesuai dengan kondisi yang ada. Baik itu lumbung pangan swadaya masyarakat atau lumbung pangan yang dibangun oleh pemerintah,” kata Yansen.

Yansen berharap, dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya dapat mengetahui sebaran lumbung pangan yang ada di masyarakat. Sehingga memudahkan pemerintah daerah mengetahui kondisi lumbung pangan untuk dikembangkan pembangunan berikutnya.

“Jadi ketika saya, atau dari provinsi bahkan dari pusat datang, kelompoknya memang betul-betul ada, dan lumbung pangannya juga ada. Sekalipun dalam kondisi baik atau rusak ringan. Dan yang tahu kondisinya, ya PPL dan UPT di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut Yansen mengatakan, pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada UPT Pertanian dan PPL untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan RI) Nmor 31 Tahun 2017 kepada pengusaha penggilingan padi di Lampung Selatan.

Yansen menyebut, setiap pengusaha yang memproduksi beras kemasan dan bermerek wajib melakukan registrasi produk dagangannya guna mendapatkan sertifikat.

“Jadi mulai sekarang kita melakukan pendataan untuk meregistrasi (pendaftaran) penggilingan padi. Karena nanti tidak ada lagi penggilingan padi yang mengeluarkan produk beras yang berkualitas tetapi dengan merk orang lain,” tuturnya.

Yansen mengungkapkan, dengan pendataan penggilingan padi itu diharapkan akan dapat memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan untuk masyarakat selaku konsumen dan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk.

Dia berharap, setiap kecamatan ada satu contoh penggilingan padi yang telah memenuhi syarat bisa mengeluarkan beras berkualitas secara resmi dan punya merk dagang sendiri.

“Karena saya lihat kita punya banyak penggilingan padi yang bagus. Tetapi hasilnya dikirm keluar daerah dan kembali lagi kesini sudah dikemas dengan merk orang lain,” tandasnya. (Az)

 2,012 total views,  988 views today

Continue Reading

Trending Topic