Connect with us

Lampung Selatan

Didampingi Pangeran Penyimbang Marga, Nanang Diarak Khudat & Piccak Lappung

Published

on

Hanuang.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menghadiri pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Rajabasa, di Lapangan Desa Kunjir, Senin (4/3/2019).

Tiba di lokasi sekitar pukul 08.50 WIB, orang nomor satu di Kabupaten Gerbang Sumatera ini disambut Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga Rajabasa) dengan iringan rebana. Kemudian diarak Khudat dan Piccak Lappung (Pencak Silat Lampung_red) menuju tempat acara.

Salah satu Hulubalang (pengawal), Dalom Hulubalang Marga menuturkan, prosesi itu biasa dilakukan dalam rangka menyambut tamu kehormatan atau raja-raja menurut adat istiadat Lampung.

“Biasanya ini dilakukan kalau ada raja datang atau tamu-tamu kehormatan. Intinya pembesar lah, seperti gubernur, bupati, atau Kapolda,” ujar Dalom Hulubalang Marga kepada tim ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pangeran Marga Rajabasa adalah salah satu pangeran 5 Marga Saibatin yang ada di Lampung Selatan dibawah Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong Lampung.

Lima Marga adat Sai Batin tersebut yakni, Marga Dantaran, Marga Ratu, Marga Legun, Marga Rajabasa, dan Marga Katibung. Kelima marga ini menjadi akar budaya yang masih tetap hidup di Lampung Selatan.

“Kalau rajanya itu Pangeran Edward Syah Pernong gelar Sultan Skala Brak yang Di Pertuan ke XXIII. Biasanya kalau turun, kita sambut prosesi adat seperti tadi,” tuturnya.

Sementara, Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto sangat mengapresiasi penyambutan yang begitu meriah dari tokoh adat setempat. Dia berharap, penampilan itu menjadi salah satu upaya untuk melestarikan adat dan budaya yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pangeran Penyimbang Agung beserta tokoh adat lainnya atas penyambutan yang begitu meriah. Saya bangga disambut adat dan budaya khas Lampung, mudah-muahan ini menjadi upaya kita bersama untuk terus melestarikan adat dan budaya di Lampung Selatan,” ujar Nanang disela membuka Musrenbangcam Rajabasa. (Arya/Kmf)

 4,115 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Sambut Hari Anti Korupsi, Pemkab Lamsel Ikuti Seminar Nasional Oleh KPK RI

Published

on

By

Hanuang.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) menggelar seminar nasional yang dipusatkan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu 1 Desember 2021.

Seminar nasional yang digelar dalam rangka menyambut hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2021 mendatang, mengangkat tema tentang Transformasi Perizinan Berbasis Risiko dalam Sektor Pertambangan serta dibuka langgsung oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri.

Seminar nasional itu berlangsung di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Jalan Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin mengikuti seminar itu secara daring melalui aplikasi zoom meeting, dari dari ruang kerja sekda, kantor bupati setempat.

Turut hadir mendampingi Sekda Thamrin, Pelaksana tugas (Plt) Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan Isro’ Abdi, Inspektur Kabupaten Anton Carmana, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Achmad Herry.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPK RI Firli Bahuri mengatakan, ada empat permasalahan bangsa yang harus segera diselesaikan, yaitu Bencana Alam dan Non Alam, Narkoba, Terorisme dan Radikalisme serta Korupsi.

Menurutnya, tujuan nasional dapat segera terwujud apabila pemerintah dapat menyelesaikan empat permalasalahan bangsa tersebut.

“Kenapa kita harus selesaikan, karena sesungguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ada karena semangat kebangsaan. Karena semangat para pendiri bangsa kita,” ujarnya.

Firli Bahuri menjelaskan tindak pidana korupsi merupakan permasalahan bersama, yang apabila dibiarkan, maka dapat merampas Hak Asasi Manusia (HAM) secara terus-menurus.

Sehingga kata dia, akan berimbas pada menurunnya kualitas pendidikan dan juga berpengaruh terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tindakan korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan uang negara, tapi jauh dari itu korupsi merampas hak-hak rakyat. Itulah kejahatan korupsi, merampas HAM dan korupsi masih menjadi persoalan kita bersama,” kata Firli Bahuri.

Oleh karena itu, lanjut Firli Bahuri, dalam mewujudkan tujuan negara yang maju serta bebas dari adanya tindak pidana korupsi, terdapat lima peranan penting yang harus dilakukan oleh seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia.

Dirinya menyebut, beberapa peranan penting kepala daerah tersebut diantanya, mewujudkan tujuan negara, menjamin stabilitas politik dan keamanan, menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana dan pertumbuhan ekonomi, menjamin kepastian kemudahan invertasi dan perizinan usaha dan menjamin keberlangsungan program pembangunan nasional.

“Tolong kepada pada Gubernur dan Bupati/Wali kota bisa memberikan kemudahan investasi dan kemudahan izin berusaha. Ini erat kaitannya dengan mewujudkan nilai Undang-Undang Dasar 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya. (ptm)

Penulis : Putri Maisuri Lohentia

 97 total views,  97 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Lestarikan Seni dan Budaya, DKLS Akan Gelar Festival Gitar Klasik Lampung

Published

on

By

Keterangan Foto : Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS), Winarni Nanang Ermanto

Hanuang.com – Pemkab bersama Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS), akan menggelar Festival Gitar Klasik Lampung. Giat tersebut dalam rangka memperingati HUT Lamsel Ke – 65 Tahun.

Rencananya kegiatan tersebut akan digelar pada Sabtu (04/12/21) di GOR Way Handak Kabupaten Lampung Selatan.

Ketua Divisi Musik DKLS, Erdiyansyah menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai salah satu upaya dalam melestarikan seni gitar klasik Lampung dan memberikan fasilitas untuk seniman Lamsel mengadakan fest gitar klasik Lampung.

“Alhamdulillah antusias sudah terlihat, terbukti dengan belasan peserta dari sanggar budaya atau sekolahan yang sudah mendaftarkan dirinya. Ini juga merupakan salah satu program divisi kita” ujar Erdiyansyah mewakili Ketua Umum DKLS, Winarni Nanang Ermanto, Rabu, (01/12/21).

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa tahun belakangan ini gairah musik tradisi klasik Lampung mulai kembali bergeliat, dan bermunculan dari seniman-seniman muda Lamsel.

“Selama ini ada kesan musik tradisi Lampung hanya dimainkan oleh musisi tua atau seniman senior. Tetapi beberapa sanggar seni yang ada seperti sanggar angkon muakhi, sanggar saybuay, dan banyak lagi bergeliat untuk melestarikan. Tentunya dengan dibimbing oleh para maestro seni yang ada di Lamsel” tambahnya.

“Mulai dari pendaftaran hingga nanti pelaksanaannya juga tidak dipungut biaya sekalipun alias gratis termasuk bagi para penonton dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19” jelasnya.

Melihat animo yang begitu besar, maka DKLS memberikan fasilitas festival gitar klasik Lampung agar para seniman semakin terpacu semangatnya dalam melestarikan seni tradisi klasik musik lampung khususnya gitar tunggal.

“Kita berharap event ini akan digelar rutin setiap tahunnya. Bahkan mungkin akan dikembangkan hingga mencakup peserta dari luar Lamsel” jelas Erdy.

Terpisah, Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto memberikan apresiasi serta support setinggi-tingginya dalam pelaksanaan pelestarian seni budaya Lampung tersebut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dan dimeriahkan oleh bintang tamu yang sudah tidak asing lagi, yakni Imam Rozali selaku seniman gitar tunggal Lampung. (Arya)

 186 total views,  186 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Hati-Hati Penipuan…!!! Ada Oknum Jual Nama Ajudan Bupati Lamsel Minta Uang Ke Perusahaan

Published

on

By

Hanuang.com – Nama Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto dicatut orang tidak bertanggungjawab. Modusnya, sang penipu yang mengaku ajudan orang nomor satu di kabupaten ini meminta sejumlah uang ke perusahaan.

Beruntung, insiden ini cepat terendus lantaran pihak perusahaan mengkonfirmasi langsung terhadap H. Nanang Ermanto, Rabu (1/12) kemarin.

Dirinya langsung menampik tudingan tersebut dan meminta pihak perusahaan tidak meladeni bahkan terpancing dengan modus penipuan tersebut.

Nanang mengaku, sangat dirugikan dengan adanya praktek penipuan yang mencatut namanya tersebut. Sebab, dirinya tidak pernah menginstruksikan bahkan menyuruh ajudannya untuk meminta sejumlah uang kepada perusahaan dengan alasan apapun.

“Jelas tindakan praktek penipuan ini sangat merugikan saya. Karena dia mengaku ajudan dan diperintah langsung oleh Bupati untuk meminta sejumlah uang. Tapi saya tegaskan disini bahwa itu tidak benar dan bohong,” ungkap Nanang meluapkan kekesalannya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan ataupun internal pejabat Pemkab Lamsel jangan percaya jika ada oknum yang mengaku suruhan Bupati dengan meminta sejumlah uang dalam bentuk apapun.

“Untungnya, ini pihak perusahaan yang dimintai sejumlah uang dan mengaku orang suruhan Bupati mengkonfirmasi langsung hal ini. Sehingga, langsung kami tegaskan kepada mereka jika ini adalah penipuan,” tegasnya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, persoalan ini tidak lantas dilaporkannya kepada aparat penegak hukum. Sebab, sejauh ini beberapa perusahaan yang sempat dihubungi oleh oknum penipu itu belum memberikan sejumlah uang yang mereka inginkan.

“Karena memang belum ada korbannya, jadi tidak sampai ke pihak kepolisian. Kalau toh memang pihak perusahaan yang melaporkan kejadian ini silahkan saja. Yang jelas saya tidak pernah memberikan perintah apapun terhadap ajudan saya,” tukasnya.

Terpisah, Ajudan Bupati Lamsel, Arya membenarkan hal tersebut. Sebab, orang yang pertama kali dikonfirmasi oleh pihak perusahaan yang hampir menjadi korban penipuan adalah dirinya.

“Ada dua perusahaan yang konfirmasi ke saya. Satu Perusahaan Batu dari Kecamatan Bakauheni dan satu lagi PTPN. Setelah saya komunikasikan dengan pak Bupati ternyata ini tidak benar. Kita pastikan itu adalah ulah oknum penipu yang tidak bertanggungjawab,” kata Arya.

Dia menjelaskan, dalam melancarkan praktek penipuan itu para pelaku menghubungi perusahaan melalui sambungan telepon. Dia mengaku, sebagai ajudan Bupati yang mengatasnamakan dirinya (Arya_red).

“Dari telepon mengaku-ngaku sebagai diri saya. Lalu, dia berpura-pura sedang bersama Pak Bupati. Dalam percakapan itu dia memberikan teleponnya kepada orang yang mengaku Bupati. Itu jelas tidak benar karena saya tidak pernah diperintah bapak untuk meminta-minta ke perusahaan,” pungkasnya. (idh)

 1,019 total views,  1,019 views today

Continue Reading

Trending Topic